Ini FF pertamaku..jadi maaf kalo tulisannya agak berantakan. Gomao^^
Title : Will You Remember Me Again?
Author : Loemongga Khofifah Taemintz
Cast : Park Min Ah, Kim Kibum (Key) , Lee Taemin
Support Cast : Jung Su Min, Appa dan Umma Key
Genre : Sad, Romance
Desclaimer : This story original my mine. My imagination and character not real. Enjoy Reading!
baca part1 disini
-MinAh POV-
Tiba-tiba ada yang memegang pundakku dengan lembut. Perlahan aku mengangkat kepalaku dan berusaha menatapnya dari balik mataku yang berkaca-kaca akibat menangis tadi. Aku lihat seorang namja tersenyum kepadaku. Dia tersenyum sambil memberikan es krim dan bunga mawar kepadaku. Aku langsung berdiri karna kaget melihatnya. Dia sosok namja yang belum terlalu lama aku kenal. TAEMIN! Ya,itulah namanya. Sosok namja yang pernah aku kagumi sesaat, memberikan eskrim dan setangkai bunga padaku? Oh my god, keberuntungan dalam jenis apa yang aku dapat hari ini? Ternyata dewi fortuna lagi berada didekatku sekarang..Ah tidak! Yang lagi dedekatku sekarang itu Taemin, bukan dewi fortuna. Oke, lupakan dewi fortuna. Eh jangan! Ntar keberuntunganku hilang lagi. Maksudnya, terimakasih dewi fortuna.
"Kau kenapa senyum-senyum sendiri? Lagi ngelamunin apa?" tanya Taemin dengan tatapan heran dan memecahkan lamunanku.
"A..A..Anio..Ani.." jawabku gugup.
"Hmm..Kau tidak mau sama es krim dan bunga ini?"
Aku lupa kalo aku belum menerima pemberian Taemin. 'Dasar pabo!' ucapku dalam hati sambil mengetuk jidat datarku sendiri.
"Kau ini kenapa?" tanya Taemin lagi.
"Anniyo.." jawabku. Cepat-cepat ku terima bunga sama eskrim tadi sebelum Taemin berubah pikiran. "Gomaoyo.."ucapku. Taemin tersenyum melihatku. Dan aku pun membalas senyumannya.
"Apa kau lapar?" tanyanya.
"Sepertinyaa..soalnya tadi aku belum sempat sarapan.."
"Wae? Kalau begitu, kau harus cepat-cepat makan!"
Taemin menarik tanganku dan mengajakku berlari-lari kecil. Aku kaget, eskrim yang sudah sedikit mancair tadi malah terbang ke bajuku. Aku sedikit kesal, tapi aku cukup senang. Ternyata penilaian pertamaku terhadap Taemin tidak salah. Dia orang yang baik dan menyenangkan. Walaupun baru sebentar, aku rasa aku bahagia bersamanya, dan aku tidak salah untuk menyukainya. Tangannya masih saja menggenggam tanganku sambil berlari. Tiba-tiba Taemin berhenti. Aku yang tadinya tepat dibelakang Taemin kaget. Aku tidak bisa memberhentikan kakiku agar berhenti berlari. Akhirnya kepalaku menabrak bahu Taemin yang bisa dibilang sedikit kurus itu. Tentu saja aku menabrak bahu Taemin, secara, tinggi badannya jauh diatasku.
"Aduh..!"ucapku sambil mengelus-elus keningku.
"Gwenchanayo? Mianhae.."kata Taemin sambil ikut mengelus keningku
"..Kau korban ketinggian badanku..Apa aku harus seperti ini agar kau tidak menabrakku lagi?" Taemin merendahkan badannya setinggi badanku. Dan dia tertawa..
"Ya!Taemin,stop it! Kau membuatku tampak kelihatan pendek!"
"Bukankan kau memang benar-benar pendek? Kau tadi bilang apa? Taemin? Bagaimana bisa kau mengetahui namaku?"tanya Taemin penasaran, dalam sekejap senyumnya menghilang~
Aku diam, sekejap aku mengingat Key. Dialah yang memberitahuku tentang namja yang bernama Taemin ini. 'Oh Key, dimana kau sekarang?' tanyaku lirih. Tanpa disadari, air mataku menetes.
"Ya!Kenapa kau menangis?Yasudah kalau kau memang tidak mau menjawab, aku tidak keberatan. Asalkan kau berjanji tidak akan menangis lagi.." kata Taemin sambil menghapus air mataku.
'Sumpah ini manusia atau malaikat sih?' kataku tentunya hanya dalam hati.
"Mianhae telah membuatmu menangis. Boleh aku tau siapa namamu?" tanyanya sambil mengulurkan tangan.
"MinAh-ssi" jawabku sambil menjabat tangannya.
"Oke MinAh, kau tadi bilang kalau kau belum makan. Nah, sekarang..Kau mau makan apa?"
"Terserah kau saja mau mentraktirku apa"jawabku enteng.
"Yasudah,kalo begitu, kau ikut aku!" katanya sambil menarik tanganku menuju parkiran.
Taemin menyuruhku naik motor gedenya, aku ngikut aja. Diperjalanan kami tidak berbicara sama sekali. Aku hanya melingkarkan tanganku ke pinggangnya dan menyandarkan kepalaku dipunggungnya. Sedangkan dia? Aku rasa dia sangat berkonsentrasi dengan mengemudi motornya.
Tiba-tiba Taemin menghentikan motornya. Spontan aku langsung mengangkat kepalaku dari punggungnya dan melepas tanganku dari pinggangnya. Aku turun dari motornya, membuka helm yang tadi aku pakai dan melihat kesekeliling. Aku belum pernah kesini. Ini tempat apa?
"Kau pasti bingung kan ini tempat apa?" tanya Taemin. Aku tidak menjawab. Aku hanya terus memperhatikan tempat itu.
"Tenang saja, ini bukan tempat yang aneh-aneh kok. Disini Kimchi dan Bulgoginya sangat enak. Aku harap kau juga manyukainya. Ayo,masuklah!" Ajak Taemin sambil mendahuluiku.
Aku masih diam, memperhatikan tempat itu. Aku tidak yakin kalau makanan ditempat itu enak. Dari penampilan warungnya saja, kelihatan sudah sangat lama.
"Ya!Kenapa masih disitu? Ayo cepat masuk!" katanya sambil menarik tanganku masuk kedalam.
"Duduklah disini.."katanya sambil mempersilahkanku duduk.
"Ahjumma, aku pesan Kimchi dan Bulgogi, masing-masing dua.." teriaknya pada bibi pemilik toko.
"Ne.." balas Ahjumma tadi.
Aku masih saja melihat sekililing warung. Ya, tempat ini aku rasa memang sudah sangat lama. Dinding warung ini lengkap dengan foto-foto jaman dulu. Bahkan ada juga foto wanita paruh baya dengan Yi Dongnyung (presiden korea pada tahun 1927). Gile..tua bener nih warung. Lebih tua daripada umurku-,-
"Kamu gaperlu kaget liat warung ini. Warung ini emang udah cukup lama, tapi banyak kok bintang-bintang terkenal korea yang mau berkunjung ketempat ini" ungkap Taemin yang mengalihkan pandanganku.
"Shindong SJ juga sering banget kesini! Aku sempet sering ketemu dia dulu. Tapi sekarang sudah jarang, mungkin dia lagi sibuk ngurusin badan." Aku yang daritadi serius ngedengerin Taemin tentang sejarah warung ini, tiba-tiba saja langsung tertawa. Sontak kejadian itu membuat pelanggan lain melihat kearah kami. "Ups..!!" Aku malu dan langsung menutup mulutku. Taemin tersenyum melihat tingkahku, aku pun membalasnya dengan cengiran. Tak lama kemudian pesanan datang.
"Masitge Deuseyo.." ungkap Ahjumma tersenyum sambil meletakkan makanan ke atas meja kami.
"Ne..Jal meogesseumnida.." balas Taemin sambil membalas senyum Ahjumma tadi. Kemudian Ahjumma itu pergi.
"Manhi Deuseyo MinAh, kau kelihatan sangat kurus" kata Taemin terhadapku.
"Kau juga kelihatan kurus. Kau juga harus banyak makan!"
"Yaa!Siapa bilang aku kurus? Aku ini punya ABS loo.."
"Ha? Cius? Mi apa?"kataku dengan nada manja.
"Kalau kau tidak percaya yasudah. Makan nih.." kata Taemin sambil nyodorin Bulgogi kepadaku.
Aku mencoba mencicipi bulgogi itu sedikit. Rasanya tidak terlalu buruk, walaupun pada kenyataannya masih jauh lebih enak masakan Key. Tapi entahlah, mungkin karna lidahku sudah terbiasa sama masakan Key. Sejenak, aku merindukan Key.
***
Selesai makan, Taemin mengantarku pulang. Tidak terasa sore sudah hampir larut. Waktu yang berlalu ketika aku sama Taemin terasa sangat cepat. Tapi sebelum pulang, aku dan Taemin sempet tukeran nomer hape. Gila seneng banget rasanya. Baru pertama kali kenal udah kaya gini, apalagi ntar? 'First Meeting? Perfect!'
Yeah aha! First meeting aku sukses wow! Sebenernya aku gak yakin kalo itu beneran nomor dia. Jadi, aku coba mengirim pesan.To : Taemin
'Apa kau sudah sampai dirumah?'
Aku menunggu balasannya, tapi tidak ada jawaban. Setiap detik, menit, aku selalu ngecek hape-ku. Tapi hasilnya nihil. Dua jam berlalu, Taemin juga belum membalas pesanku. Pikiran negative pun melayang-layang di otakku. 'Apa dia mengalami kecelakaan? Atau dia memberiku nomor telephon palsu?'. Banyak hal semacamnya mengelilingi pikiranku. Tapi aku masih mencoba perpikiran positif. 'Mungkin dia lagi sibuk. Atau dia ada kerjaan lain?' Tidak lama kemudian terdengar bunyi
'Drr...drr...drr..' banar saja! itu suara hape-ku. Cepat-cepat ku ambil hape-ku yang berada diatas tempat tidur. Oh my god! Dia membalas pesanku. Tanganku sedikit bergetar memegang hape ini. Tak sabar aku membaca pesan itu. Isinya:
From : Taemin
'Mian..Aku membalas pesanmu lama. Tadi jalanan macet setelah sampai dirumah aku langsung mandi. Apa kau sudah mandi?'
Begitulah isi pesannya. Singkat. Tapi cukup untuk menjawab rasa penasaranku terhadapnya yang tak kunjung membalas pesanku tadi. Sejenak, aku teringat kalau aku belum mandi. Ya ampun-_-Langsung aku membalas pesannya:
To : Taemin
'Aku belum mandi, tunggulah sebentar, aku mau mandi dulu.'
"Massage Sent" begitulah kalimat yang muncul di layar hape-ku, dan kalimat itu lah yang membuat jantungku berdetak cepat. Tidak sampai satu menit, hape-ku bergetar lagi, membaca pesan darinya membuat jantungku semakin berdetak lebih kencang. Seperti habis ikutan lari marathon.
From : Taemin
'Ya!Dasar kau ini!isshh..!yasudah cepat mandi sana!'
Aku tersenyum membaca pesan itu. Sejenak aku teringat pada Key. Ya, dialah orang yang selalu memarahiku kalau aku belum mandi, padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
"Apa jam 9? Ya Tuhan!"
Aku langsung melempar hape-ku ketempat tidur, mengambil handuk, dan bergegas lari ke kamar mandi.
"Oh..oh.." ucapku sambil mencoba menggenggam dinding. Hampir saja aku terpeleset.
"MinAh, kenapa kau terlahir sangat bodoh sih?" kataku sambil mengetuk kepalaku.
"Aww.." teriakku sambil mengelus-ngelus kepala yang tadi aku ketuk. Tak ku sangka, aku mengetuk kepalaku sendiri dengan sangat keras.
"MinAh pabo!" ucapku dalam hati dan masuk kekamar mandi.
To be continued~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar