Lucu ketika mengingat pertemuan pertama kita yang tidak terduga.
Senang ketika tau bahwa kita memiliki perasaan yang sama.
Bahagia ketika kita berdua sama-sama berjuang dengan apa yang menjadi penghalang.
Terharu ketika aku berada diujung keterpurukan mengingat bahwa setidaknya aku masih memilikimu yang ntah bagaimana menjadi kekuatanku dalam menghadapi semua hinaan dan cacian dari mereka yang jelas-jelas tidak mengerti diriku.
Heran ketika semua berubah di malam pergantian tahun.
Bingung ketika aku sendiri tidak tau berbuat apa sehingga membuat kau begitu marah.
Aku bertanya namun kau tak ingin menjawab dan tak berniat membantuku untuk menemukan kesalahanku. Kau menyuruhku intropeksi dan aku kehilangan point intropeksiku. Namun, tidakkah kau berfikir bahwa seharusnya bukan aku saja yang harus intropeksi?
Ketika aku bertanya, apakah perjuanganmu hanya sampai disini? Dan dengan kata lain kau menjawab, 'IYA' membuat hatiku hancur dan harus menelan pil kekecewaan? Sebenarnya apa salahku sehingga semuanya menjadi seperti ini?
Melihatmu dari dekat namun terasa sangat jauh membuat hatiku teriris. Aku merindukanmu. Sangat. Tapi apakah kau peduli?
I remember when you said, 'i belong to you, you belong to me,' padaku. Ketika kita saling menggoda dan berujung dengan mengucapkan kata-kata manis like iloveyou, aku kangen kamu, dan etc.
Sayang, seharusnya aku gak terlalu jatuh dan terbuai dengan kata-katamu:')
Tapi aku tidak menyesal dengan apa yang terjadi saat ini. Aku menghargai keputusanmu yang memang menganggap semuanyaa telah usai walaupun jujur aku masih mengharapkanmu untuk kembali. Setidaknya menjelaskan kenapa kau pergi meninggalkanku dan membuatku bisa terima keputusanmu dengan lapang hati. Bukannya begini, meninggalkanku dengan pikiran yang seperti benang kusut demi mencari jawaban dari pertanyaan, apa salahku?
Huh, sudahlah. Kemanapun nasib membawa kita, kurasa itulah yang terbaik:')