Senin, 17 September 2012

FF SHINee : Will You Remember Me Again ? (part3)

FF SHINee

Ini FF pertamaku..jadi maaf kalo tulisannya agak berantakan. Goamo^^
Title                    : Will You Remember Me Again?
Author                 : Loemongga Khofifah Taemints
Cast                    : Park Min Ah, Kim Kibum (Key) , Lee Taemin
Support Cast         : Jung Su Min
Genre                  : Sad, Romance
Desclaimer           : This story original my mine. My imagination and character not real. Enjoy reading!

baca part 1 disini baca part 2 disini

-Min Ah POV-

Hari ini aku tidak ada rencana apa-apa. Sebenarnya, rencanaku mau kerumah Key, menonton film horor yang sudah lama ingin aku tonton bersamanya. Aku membuka pintu luar sambil menunduk, agar memudahkanku memasang sendal nantinya. Akan tetapi, ketika kepalaku tertunduk, mataku tertuju pada sepasang kaki milik seseorang. Aku heran, siapa yang mau datang pagi-pagi seperti ini kerumahku? Aku menaikkan kepalaku, mencoba melihat orang yang mempunyai kaki jenjang tadi. Aku terkejut, saat tiba-tiba sebuah boneka Teddy Bear berwarna coklat muda berada tepat didepan wajahku. Mataku melebar. Aku bahkan menahan napas. Tapi senyum segera tergambar diwajahku ketika boneka itu dimiringkan ke kanan dan wajah Taemin muncul dibaliknya. Dia tersenyum menatapku sambil mengulurkan tangannya memberi Teddy Bear itu.

"Untukku?" tanyaku meyakinkan. Taemin mengangguk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ku gigit bibir bawahku sambil menerima pemberiannya. Rona merah dipipiku mungkin terlihat jelas sekarang.

"Kau mau kemana? Apa kau sibuk?" tanyanya memecah hening yang terjadi selama beberapa detik.
"Ah tidak, aku hanya ingin kerumah Key" jawabku memeluk boneka Teddy Bear itu, sambil berandai-andai kalau yang aku peluk itu Taemin. 'Apa yang kau pikirkan MinAh?' tanyaku dalam hati.
"Key? Siapa itu?" pertanyaannya membuyarkan lamunanku. Ku lihat ekspresi diwajahnya sangat aneh.
"Ah..Tidak usah perdulikan dia. Dia hanya temanku, orangnya sangat baik" jawabku.
"Oh..Jadi sekarang kau ingin kerumahnya, atau tetap berdiri disini?" lagi-lagi pertanyaan Taemin membuatku sadar akan keberadaan kami. Aku dan Taemin masih saja berdiri didepan pintu rumahku, jarak antara aku dan dia tidak terlalu jauh. Membuatku enggan untuk menghembus nafas kuat-kuat.

"Aku masih ingin kerumahnya. Kau mau ikut?" tanyaku.
"Apa kau tidak keberatan kalau aku ikut kerumah Key?" tanyanya menyakinkanku.
"Tentu saja, kau boleh ikut kok. Sekalian aku akan memperkenalkanmu kepadanya" jawabku.

Taemin tersenyum, aku langsung menarik tangannya dan berlari kecil kesebrang rumahku. Ya, seperti yang kukatakan sebelumnya, rumah Key berada tepat didepan rumahku. Hal itu dikarenakan orangtua Key tidak menginginkanku tinggal lebih jauh dari mereka.

'Ting Tong' aku menekan bel rumah Key dengan semangat.

"Apa ini rumahnya?" tanya Taemin sambil menatap wajahku penuh tanya.
"Tentu saja, kenapa?" tanyaku sambil mengankat sebelah alis mataku. Menatap ekspersinya yang aneh membuatku penasaran.
"Tidak, aku kira rumahnya sangat jauh kekeke.." jawabnya diselangi tawa.
"Tidak, disini rumahnya. Sangat dekat dengan rumahku bukan?" tanyaku sambil tertawa mengikutinya.
"Iyaa :))" balasnya sambil tersenyum. Aku pun ikut tersenyum. Bukan karena ada hal lucu. Tapi ekspresi Taemin saat tersenyum membuat skala richter gempa dihatiku semakin kuat. Ku harap Taemin tidak mendengar dentuman bom atom yang ada dihatiku tadi saat melihat senyumnya.

Tak lama, aku mendengar suara gagang pintu terbuka. Ku alihkan pandanganku kedepan pintu yang mulai terbuka. Aku melihat seorang ahjumma yang sudah lanjut usia. Dia adalah bibi Lee. Bibi Lee adalah pembantu dirumah Key. Sudah sangat lama dia bekerja dirumah Key. Bahkan ketika kami masih kecil, yang merawatku dan Key saat Appa dan Umma Key tidak ada adalah bibi Lee.

"Maaf non, tuan Key sedang tidak ada dirumah. Barusan saja dia keluar" ungkap bibi Lee. Bibi Lee memang sudah tau tujuanku datang kerumah itu adalah untuk bertemu dengan Key. Makanya, belum sempat aku bertanya, bibi Lee sudah bisa menjawab apa yang akan ku pertanyakan nantinya.

"Tapi, kemana dia pergi bi?" tanyaku penasaran.
"Mianhae non..Bibi tidak tahu..Tadi tuan pergi secara tergesa-gesa..apa ada yang bisa bibi sampaikan ketika tuan pulang nanti non?" tanya bibi Lee.
"Hmm..tidak ada bi..Maaf sudah merepotkan bibi.."jawabku. Aku membalik badanku, menghembus nafas kecewa. Sampai akhirnya aku mendengar pintu rumah Key tertutup. Sedih, kesal, semua bercampur aduk didalam hatiku. Aku melangkahkan kaki kananku dengan lemah. Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundakku. Ku lihat Taemin memegang pundakku sambil menatapku aneh. Aku lupa akan keberadaan Taemin! Astaga hampir saja aku meninggalkannya.

-Flashback-
Key POV

Pagi ini, aku ingin kerumah MinAh. Ingin memastikan bagaimana keadaannya setelah aku tinggal di Dongdaemun beberapa hari lalu. Aku terlanjur kesal dengan sifatnya yang tidak pernah berubah. Terkadang aku juga tidak suka dengan sifatnya yang terlalu manja. Tidak mau makan kalau belum ada orang yang memasak untuknya. Aku harap dia bisa memaafkanku karna aku telah meninggalkannya waktu itu. Aku menuju kerumahnya dengan hati senang, senyum yang ceria tergambar diwajahku. Hingga pada akhirnya senyum itu memudar setelah aku melihatnya bersama Taemin didepan rumahnya. Aku memilih untuk mengintip dibalik pepohonan sekitar rumahnya ketimbang ikut terlibat didalam pertemuan mereka. Kulihat Taemin memberikan sebuah Teddy Bear kepadanya. Aku juga bisa melihat MinAh senang dengan pemberian Taemin. Ntah kenapa hatiku sangat sakit melihat mereka berdua. Rasa terhianati menghampiri suasana hatiku sekarang. Aku menangis sambil berlari kembali kerumahku. Bibi Lee heran melihatku yang menangis. Tanpa seizin bibi Lee, aku langsung memeluknya. Dia melebarkan tangannya, menyambutku dalam pelukannya. Dielusnya punggungku dengan lembut. Seakan mengerti apa yang aku rasakan saat ini.
"Bibi..." ucapku lirih sambil melonggarkan pelukanku dan menatap wajahnya.
"Ya?.." jawabnya lembut
"Apakah aku bisa meminta bantuanmu?"
"Tentu saja..semua akan aku lakukan untukmu, anakku..Katakanlah apa yang kau mau" aku tersenyum mendengar kata-katanya. Selain Umma, aku juga sudah menganggap bibi Lee sebagai Umma keduaku. Terkadang dia bisa lebih mengerti keadaanku dan selalu ada buatku ketimbang Umma yang selalu sibuk membantu Appa dalam menjalankan tugas.
"Kalau nanti MinAh mencariku, bilang saja aku tidak ada dirumah. Bisakan bi? Kumohon" ucapku memohon sambil menangis dan kembali kepelukannya.
"Baiklaah..tapi kau harus berjanji akan menceritakan semua ini kepada bibimu.."kata bibi Lee kembali memelukku.

'Ting Tong' tak berapa lama bunyi bel rumahku terdengar..

"Mungkin itu dia bi.." ucapku lirih melepaskan pelukanku dari bibi.
"Bibi mengerti, duduklah disitu" kata bibi menunjuk sofa yang ada diruang TV dan menghapus air mataku. Tidak sampai 5 menit aku menunggu kembalinya bibi dari ambang pintu. Bibi bilang MinAh datang bersama seorang namja yang aku yakini adalah Taemin. Ntah apa tujuan mereka datang kerumahku, aku pun tidak mengerti. Tapi apapun itu, hatiku masih terasa sakit mengingat ekspresi MinAh yang mendapat boneka dari Taemin. Memang benar, MinAh mungkin menyukai Taemin. Setelah aku menceritakan semua rasa sakit yang aku rasakan kepada bibi Lee. Aku merasa beban dihatiku sedikit berkurang. Bibi berfikir kalau aku menyukai MinAh, tapi sejak kapan? Aku hanya menganggapnya sebagai adik yang harus ku jaga. Itu saja, tidak lebih.

-flashback end-

MinAh POV

"Sebenarnya, kau ada keperluan apa dengan Key?" tanya Taemin setelah kami sampai dirumahku. Aku mempersilahkannya duduk dikursi meja makan sambil membuatkannya segelas jus jeruk.
"Aku hanya ingin meminta maaf terhadapnya, dan mengajaknya menemaniku menonton film horor" kataku sembari duduk disebrang Taemin dan meneguk segelas jus yang sama dengan punya Taemin.

Ya, aku dan Key memang mempunyai hobby yang sama. Kami suka menonton film yang berbau horor. Walaupun terkadang, kalau hantu dalam film itu muncul, aku dan Key sama-sama menutup muka dibalik bantal.

"Bagaimana kalau aku menggantikannya menemanimu menonton film itu?" ungkap Taemin membuyarkan fikiranku.

"Apa kau tidak takut?" tanyaku sambil mengerjapkan mataku tiga kali seolah-olah meremehkan nyalinya.

"Ya! Apa kau tidak percaya padaku?" protesnya.

"Haha..iya,iya aku percaya. Kajja!" aku mengajaknya menuju ruang TV. Dia mengikutiku dari belakang.

"Kau tolong putarkan kaset ini ya. Aku mau mengambil cemilan dulu." kataku padanya.

"Ne" jawabnya menurutiku. Aku tersenyum melihat tingkahnya polos. Tak sampai lima menit aku menyiapkan cemilan buat aku dan dia, terdengar jeritannya yang memanggilku.

"MinAh-ssi cepat kesini..filmnya sudah mau mulai.." teriaknya.

"Ne..tunggu sebentar.." aku berlari menuju ruang TV membawa nampan berisi dua gelas jus dan snack-snack lain. Ku taruh nampan itu di dihadapan Taemin, dan aku pun langsung cepat-cepat duduk disebelahnya.

Tak berapa lama kami menonton film itu, tiba-tiba hantu dari film itu muncul. Spontan membuatku kaget dan bersembunyi dibalik dada Taemin yang lapang. Ku remuk bajunya untuk meredam rasa kaget yang sedang berkecamuk didalam dadaku. Tidak lama, kubuka genggaman tanganku yang meremuk bajunya, mencoba membuka mata dan perlahan mengangkat kepalaku keatas. Aku ingin melihat ekspresi Taemin, apa dia benar-benar seberani itu ketika melihat hantu yang tiba-tiba muncul? Ketika aku mengangkat kepalaku, aku malah terkejut melihat wajah Taemin yang juga menatapku. Sepasang mata coklat yang memandangku begitu dalam. Tatapannya hanyut dalam fikiranku, mata kami saling beradu pandang. Bahkan aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang sangat tenang. Bisa ku perkirakan jarak antara wajahnya dan wajahku kurang dari 20cm. Sangat dekat. Ku harap dia tidak mendengar detak jantungku yang sangat kencang seperti habis ikutan lomba lari marathon.

Taemin tiba-tiba memalingkan wajahnya dariku dan ber-dehem. Aku yang masih memegang dada Taemin spontan melepaskannya dan membetulkan posisi dudukku, sedikit lebih jauh dari yang tadi. Sekarang suasana canggung malah menghampiri kami berdua. Hantu dalam film itu sesekali memang muncul, tapi aku tidak takut melihatnya, karna fikiranku masih larut dam incident beberapa menit lalu.

Sampai film berakhirpun kami tidak berbicara sepatah kata pun. Film pun berakhir, Taemin berpamitan pulang. Sebelum dia meninggalkan rumahku, dia berpesan agar aku tidak lupa makan. Aku pun berterimakasih kepadanya karna telah menemaniku menonton film horor. Ntah kenapa kejadian hari ini membuat sebagian hatiku terasa senang.

Setelah Taemin pergi, aku langsung memeluk boneka Teddy Bear pemberiannya. Berharap ada kejadian yang lebih menarik setelah ini.

Malam pun tiba, aku merebahkan diriku diatas tempat tidur kamarku. Sebenarnya aku masih takut untuk tidur karna film tadi. Disela-sela ketakutanku, tiba-tiba hape-ku bergetar tanda pesan masuk. Mataku melebar setelah membaca nama Taemin yang tertera dilayar hape-ku.

From : Taemin
'Apakah kau sudah tidur? Apa kau bisa tidur setelah melihat hantu tadi? kekeke'

Aku tertawa membaca pesan darinya. Cepat-cepat aku balas pesan itu.

To : Taemin
'Tentu saja aku tidak bisa tidur. Mengingatnya membuat bulu kudukku merinding. Bisakah kau kesini? Menemaniku?'

"Massage Sent" kalimat itu membuatku jantungku berdebar. Berharap dia bisa menerima ajakanku. Tak lama hape-ku bergetar lagi.

From : Taemin
'Maafkan aku, aku tidak bisa. Mana mungkin seorang namja mengunjungi rumah yeoja malam-malam begini?  Apa kata orang nantinya? Kalau kau takut, peluklah Teddy Bear pemberianku. Anggap itu sebagai pengganti diriku yang selalu hadir disaat kau membutuhkan teman:)'

Kalimatnya membuatku tersenyum, ada rasa senang dan ada rasa kecewa. Ya walaupun lebih dominan rasa senang sih hehe. Cepat-cepat ku balas pesan itu.

To : Taemin
'Baiklah..Terimakasih atas kebaikanmu hari ini..Annyeong^^'

kataku mengakhiri pesan singkat itu. Aku mencoba memejamkan mata sambil memeluk boneka Teddy Bear ini. Berandai kalau yang aku peluk adalah Taemin..Belum lama aku memejamkan mataku, hape-ku bergetar lagi

From : Taemin
'Ne..Kau tidurlah dengan nyenyak..Annyeong..'

Begitulah isi pesannya, aku tersenyum dan kembali memejamkan mataku. Berharap hari esok lebih baik daripada hari ini. Saranghaeo Taemin, ucapku pelan sambil mengecup pipi boneka itu.

To Be Continued~

Kamis, 13 September 2012

FF SHINee : Will You Remember Me Again ? (part2)

FF SHINee

Ini FF pertamaku..jadi maaf kalo tulisannya agak berantakan. Gomao^^


Title                              : Will You Remember Me Again?
Author                          : Loemongga Khofifah Taemintz
Cast                             : Park Min Ah, Kim Kibum (Key) , Lee Taemin
Support Cast               : Jung Su Min, Appa dan Umma Key
Genre                          : Sad, Romance
Desclaimer                  : This story original my mine. My imagination and character not real. Enjoy Reading!

baca part1 disini

-MinAh POV-

Tiba-tiba ada yang memegang pundakku dengan lembut. Perlahan aku mengangkat kepalaku dan berusaha menatapnya dari balik mataku yang berkaca-kaca akibat menangis tadi. Aku lihat seorang namja tersenyum kepadaku. Dia tersenyum sambil memberikan es krim dan bunga mawar kepadaku. Aku langsung berdiri karna kaget melihatnya. Dia sosok namja yang belum terlalu lama aku kenal. TAEMIN! Ya,itulah namanya. Sosok namja yang pernah aku kagumi sesaat, memberikan eskrim dan setangkai bunga padaku? Oh my god, keberuntungan dalam jenis apa yang aku dapat hari ini? Ternyata dewi fortuna lagi berada didekatku sekarang..Ah tidak! Yang lagi dedekatku sekarang itu Taemin, bukan dewi fortuna. Oke, lupakan dewi fortuna. Eh jangan! Ntar keberuntunganku hilang lagi. Maksudnya, terimakasih dewi fortuna.

"Kau kenapa senyum-senyum sendiri? Lagi ngelamunin apa?" tanya Taemin dengan tatapan heran dan memecahkan lamunanku.
"A..A..Anio..Ani.." jawabku gugup.
"Hmm..Kau tidak mau sama es krim dan bunga ini?"
Aku lupa kalo aku belum menerima pemberian Taemin. 'Dasar pabo!' ucapku dalam hati sambil mengetuk jidat datarku sendiri.
"Kau ini kenapa?" tanya Taemin lagi.
"Anniyo.." jawabku. Cepat-cepat ku terima bunga sama eskrim tadi sebelum Taemin berubah pikiran. "Gomaoyo.."ucapku. Taemin tersenyum melihatku. Dan aku pun membalas senyumannya.

"Apa kau lapar?" tanyanya.
"Sepertinyaa..soalnya tadi aku belum sempat sarapan.."
"Wae? Kalau begitu, kau harus cepat-cepat makan!"

Taemin menarik tanganku dan mengajakku berlari-lari kecil. Aku kaget, eskrim yang sudah sedikit mancair tadi malah terbang ke bajuku. Aku sedikit kesal, tapi aku cukup senang. Ternyata penilaian pertamaku terhadap Taemin tidak salah. Dia orang yang baik dan menyenangkan. Walaupun baru sebentar, aku rasa aku bahagia bersamanya, dan aku tidak salah untuk menyukainya. Tangannya masih saja menggenggam tanganku sambil berlari. Tiba-tiba Taemin berhenti. Aku yang tadinya tepat dibelakang Taemin kaget. Aku tidak bisa memberhentikan kakiku agar berhenti berlari. Akhirnya kepalaku menabrak bahu Taemin yang bisa dibilang sedikit kurus itu. Tentu saja aku menabrak bahu Taemin, secara, tinggi badannya jauh diatasku.
"Aduh..!"ucapku sambil mengelus-elus keningku.
"Gwenchanayo? Mianhae.."kata Taemin sambil ikut mengelus keningku
"..Kau korban ketinggian badanku..Apa aku harus seperti ini agar kau tidak menabrakku lagi?" Taemin merendahkan badannya setinggi badanku. Dan dia tertawa..
"Ya!Taemin,stop it! Kau membuatku tampak kelihatan pendek!"
"Bukankan kau memang benar-benar pendek? Kau tadi bilang apa? Taemin? Bagaimana bisa kau mengetahui namaku?"tanya Taemin penasaran, dalam sekejap senyumnya menghilang~

Aku diam, sekejap aku mengingat Key. Dialah yang memberitahuku tentang namja yang bernama Taemin ini. 'Oh Key, dimana kau sekarang?' tanyaku lirih. Tanpa disadari, air mataku menetes.

"Ya!Kenapa kau menangis?Yasudah kalau kau memang tidak mau menjawab, aku tidak keberatan. Asalkan kau berjanji tidak akan menangis lagi.." kata Taemin sambil menghapus air mataku.
'Sumpah ini manusia atau malaikat sih?' kataku tentunya hanya dalam hati.
"Mianhae telah membuatmu menangis. Boleh aku tau siapa namamu?" tanyanya sambil mengulurkan tangan.
"MinAh-ssi" jawabku sambil menjabat tangannya.
"Oke MinAh, kau tadi bilang kalau kau belum makan. Nah, sekarang..Kau mau makan apa?"
"Terserah kau saja mau mentraktirku apa"jawabku enteng.
"Yasudah,kalo begitu, kau ikut aku!" katanya sambil menarik tanganku menuju parkiran.

Taemin menyuruhku naik motor gedenya, aku ngikut aja. Diperjalanan kami tidak berbicara sama sekali. Aku hanya melingkarkan tanganku ke pinggangnya dan menyandarkan kepalaku dipunggungnya. Sedangkan dia? Aku rasa dia sangat berkonsentrasi dengan mengemudi motornya.

Tiba-tiba Taemin menghentikan motornya. Spontan aku langsung mengangkat kepalaku dari punggungnya dan melepas tanganku dari pinggangnya. Aku turun dari motornya, membuka helm yang tadi aku pakai dan melihat kesekeliling. Aku belum pernah kesini. Ini tempat apa?

"Kau pasti bingung kan ini tempat apa?" tanya Taemin. Aku tidak menjawab. Aku hanya terus memperhatikan tempat itu.
"Tenang saja, ini bukan tempat yang aneh-aneh kok. Disini Kimchi dan Bulgoginya sangat enak. Aku harap kau juga manyukainya. Ayo,masuklah!" Ajak Taemin sambil mendahuluiku.

Aku masih diam, memperhatikan tempat itu. Aku tidak yakin kalau makanan ditempat itu enak. Dari penampilan warungnya saja, kelihatan sudah sangat lama.

"Ya!Kenapa masih disitu? Ayo cepat masuk!" katanya sambil menarik tanganku masuk kedalam.
"Duduklah disini.."katanya sambil mempersilahkanku duduk.
"Ahjumma, aku pesan Kimchi dan Bulgogi, masing-masing dua.." teriaknya pada bibi pemilik toko.
"Ne.." balas Ahjumma tadi.

Aku masih saja melihat sekililing warung. Ya, tempat ini aku rasa memang sudah sangat lama. Dinding warung ini lengkap dengan foto-foto jaman dulu. Bahkan ada juga foto wanita paruh baya dengan Yi Dongnyung (presiden korea pada tahun 1927). Gile..tua bener nih warung. Lebih tua daripada umurku-,-

"Kamu gaperlu kaget liat warung ini. Warung ini emang udah cukup lama, tapi banyak kok bintang-bintang terkenal korea yang mau berkunjung ketempat ini" ungkap Taemin yang mengalihkan pandanganku.
"Shindong SJ juga sering banget kesini! Aku sempet sering ketemu dia dulu. Tapi sekarang sudah jarang, mungkin dia lagi sibuk ngurusin badan." Aku yang daritadi serius ngedengerin Taemin tentang sejarah warung ini, tiba-tiba saja langsung tertawa. Sontak kejadian itu membuat pelanggan lain melihat kearah kami. "Ups..!!" Aku malu dan langsung menutup mulutku. Taemin tersenyum melihat tingkahku, aku pun membalasnya dengan cengiran. Tak lama kemudian pesanan datang.
"Masitge Deuseyo.." ungkap Ahjumma tersenyum sambil meletakkan makanan ke atas meja kami.
"Ne..Jal meogesseumnida.." balas Taemin sambil membalas senyum Ahjumma tadi. Kemudian Ahjumma itu pergi.
"Manhi Deuseyo MinAh, kau kelihatan sangat kurus" kata Taemin terhadapku.
"Kau juga kelihatan kurus. Kau juga harus banyak makan!"
"Yaa!Siapa bilang aku kurus? Aku ini punya ABS loo.."
"Ha? Cius? Mi apa?"kataku dengan nada manja.
"Kalau kau tidak percaya yasudah. Makan nih.." kata Taemin sambil nyodorin Bulgogi kepadaku.

Aku mencoba mencicipi bulgogi itu sedikit. Rasanya tidak terlalu buruk, walaupun pada kenyataannya masih jauh lebih enak masakan Key. Tapi entahlah, mungkin karna lidahku sudah terbiasa sama masakan Key. Sejenak, aku merindukan Key.

***

Selesai makan, Taemin mengantarku pulang. Tidak terasa sore sudah hampir larut. Waktu yang berlalu ketika aku sama Taemin terasa sangat cepat. Tapi sebelum pulang, aku dan Taemin sempet tukeran nomer hape. Gila seneng banget rasanya. Baru pertama kali kenal udah kaya gini, apalagi ntar? 'First Meeting? Perfect!'
Yeah aha! First meeting aku sukses wow! Sebenernya aku gak yakin kalo itu beneran nomor dia. Jadi, aku coba mengirim pesan.

To : Taemin
'Apa kau sudah sampai dirumah?'

Aku menunggu balasannya, tapi tidak ada jawaban. Setiap detik, menit, aku selalu ngecek hape-ku. Tapi hasilnya nihil. Dua jam berlalu, Taemin juga belum membalas pesanku. Pikiran negative pun melayang-layang di otakku. 'Apa dia mengalami kecelakaan? Atau dia memberiku nomor telephon palsu?'. Banyak hal semacamnya mengelilingi pikiranku. Tapi aku masih mencoba perpikiran positif. 'Mungkin dia lagi sibuk. Atau dia ada kerjaan lain?' Tidak lama kemudian terdengar bunyi

'Drr...drr...drr..' banar saja! itu suara hape-ku. Cepat-cepat ku ambil hape-ku yang berada diatas tempat tidur. Oh my god! Dia membalas pesanku. Tanganku sedikit bergetar memegang hape ini. Tak sabar aku membaca pesan itu. Isinya:

From : Taemin
'Mian..Aku membalas pesanmu lama. Tadi jalanan macet setelah sampai dirumah aku langsung mandi. Apa kau sudah mandi?'

Begitulah isi pesannya. Singkat. Tapi cukup untuk menjawab rasa penasaranku terhadapnya yang tak kunjung membalas pesanku tadi. Sejenak, aku teringat kalau aku belum mandi. Ya ampun-_-Langsung aku membalas pesannya:

To : Taemin
'Aku belum mandi, tunggulah sebentar, aku mau mandi dulu.'

"Massage Sent" begitulah kalimat yang muncul di layar hape-ku, dan kalimat itu lah yang membuat jantungku berdetak cepat. Tidak sampai satu menit, hape-ku bergetar lagi, membaca pesan darinya membuat jantungku semakin berdetak lebih kencang. Seperti habis ikutan lari marathon.

From : Taemin
'Ya!Dasar kau ini!isshh..!yasudah cepat mandi sana!'

Aku tersenyum membaca pesan itu. Sejenak aku teringat pada Key. Ya, dialah orang yang selalu memarahiku kalau aku belum mandi, padahal jam sudah menunjukkan pukul 9 malam.
"Apa jam 9? Ya Tuhan!"
Aku langsung melempar hape-ku ketempat tidur, mengambil handuk, dan bergegas lari ke kamar mandi.
"Oh..oh.." ucapku sambil mencoba menggenggam dinding. Hampir saja aku terpeleset.
"MinAh, kenapa kau terlahir sangat bodoh sih?" kataku sambil mengetuk kepalaku.
"Aww.." teriakku sambil mengelus-ngelus kepala yang tadi aku ketuk. Tak ku sangka, aku mengetuk kepalaku sendiri dengan sangat keras.
"MinAh pabo!" ucapku dalam hati dan masuk kekamar mandi.

To be continued~

Sabtu, 08 September 2012

FF SHINee : Will You Remember Me Again? (part1)

FF SHINee

Ini FF pertamaku..jadi maaf kalo tulisannya agak berantakan. Gomao^^



Title               : Will You Remember Me Again?

Author           : Loemongga Khofifah
Cast              : Park Min Ah, Kim Kibum (Key), Lee Taemin
Support Cast : Jung Su Min, Appa dan Umma Key
Genre            : Sad, Romance
Desclaimer    : This story is original my mine. My Imagination and the character not real. Enjoy Reading!

-Min Ah POV-


Aku adalah anak sebatang kara yang sangat menyedihkan. Sebenarnya sih tidak terlalu menyedihkan karna masih ada Key yang selalu menemaniku disetiap hari. Orangtuaku meninggal diwaktu umurku 4tahun. Mereka meninggal karna kecelakaan maut yang terjadi 15tahun silam. Aku sudah melupakan kejadian itu. Jadi aku berfikir, lebih baik aku tidak menceritakannya. Yang merawatku sejak kejadian itu adalah Umma dan Appa-nya Key. Mereka adalah teman baik kedua orangtuaku dulu. Sejak kejadian itu, aku tinggal bersama mereka. Tapi, setelah umurku 14tahun, aku lebih memilih untuk pindah rumah. Aku rasa lebih baik aku tidak merepotkan mereka untuk waktu yang lebih lama lagi. Tentu saja mereka sangat keberatan. Karna menurut mereka, aku sama sekali tidak merepotkan. Bahkan mereka senang dengan kehadiranku yang membuat suasana rumah itu semakin ramai. Tapi ya bagaimana pun juga, tentu saja itu hal yang tidak mungkin. Sampai kapan aku harus berhutang budi sama mereka? Dan setelah kami musyawarah, akhirnya aku diizinkan pindah dari rumah Key. Dengan syarat, tidak boleh terlalu jauh dari rumah mereka. Ya, benar saja. Rumahku yang sekarang, berada didepan rumah Key-__-"


Memang sih, sampai sekarang hidupku masih ditanggung sama orangtuanya Key. Makan dan keperluanku sehari-hari masih mereka yang nanggung. Tapi aku udah bertekad, kalau nanti umurku sudah 17tahun, aku akan cari kerjaan. Dan sekarang umurku 19 tahun, parahnya sampai sekarang aku juga belum mendapatkan pekerjaan-,-


Rumahku berdekorasi warna pink, dengan taman kecil didepannya. Waktu aku lagi nyiram tanaman, tiba-tiba ada seorang namja yang lewat didepan rumahku. Cara berjalannya, sangat mempesona. Membawa setangkai bunga mawar, yang ntah akan diberinya kesiapa nantinya. Senyumnya sangat menawan. Mungkin aku  terpesona pada pandangan pertama terhadapnya.


Tiba-tiba saja ada yang menepuk bahuku dari belakang, dan karna kekagetanku yang berlebihan, spontan aku menyemprotkan air yang tadinya untuk menyiram bunga ke wajahnya.


"Ya! Min Ah! ini aku Key! Kenapa kau menyiramku? Apa salahku? Ha? Tidak bisakah kau membedakan wajahku yang tampan dengan bunga berduri di tamanmu ini?" Protes Key sambil menghalang mukanya yang terkena air dengan tangan.

"Ya! Makanya kau jangan sembarangan megagetkanku. Rasakan ini!" Aku malah tambah menyiramkan air kewajah Key.
"Ya!Hentikan ini MinAh. Bajuku jadi basah semua!"
"Tidak akan Key! Rasakan ini! Haha"
"Yaaa!!"

Ya,inilah kami. Walaupun umur aku dan Key berbeda dua tahun, tapi aku merasa kami sudah seperti saudara kembar. Key juga enggak keberatan kalau aku memanggil namanya tanpa harus memanggilnya "Oppa". Kalau kami sudah berdua, pasti sifat childish kami akan muncul. Walaupun pada awalnya Key sering marah karna sifatku yang tidak pernah dewasa. Tapi pada akhirnya, dia menerima kenyataan kalau sifatku emang tidak bisa diubah.


Bagiku, Key adalah seseorang yang bisa dijadikan abang, sahabat, bahkan pacar sekalipun. Ya, dia namja yang sangat menyenangkan bagiku. Tapi kalau omelannya sudah mulai keluar, aku yakin tidak ada yang bisa menyainginya. Termasuk aku. Aku bakalan diam seribu bahasa kalau dia udah benar-benar marah.


Lima menit kemudian, permainan aku hentikan. Aku menyuruh Key pulang sebentar untuk mengganti pakaiannya yang basah, lalu kembali ke rumahku. Selagi menunggu Key kembali, aku melihat keadaan sekitar rumahku. Namja yang sesaat aku kagumi sudah tidak ada. Ntah kenapa perasaanku menjadi sedih dan kecewa. Aku berharap bisa bertemu dengannya lagi esok hari.


Tidak lama, Key datang menggunakan celana jins ponggol dan kaos oblonk warna pink. Ya, Key sangat suka warna pink, bahkan dia sendiri yang mengusulkan untuk rumahku di cat warna pink. Aku membawanya masuk kedalam rumahku. Dan mempersilahkannya duduk dikursi meja makan sambil membuatkannya segelas teh hangat.


Author's POV


"Tadi kau sedang melamunkan apa?" Tanya Key memecah keheningan.

"Mwo? Anniyo"
"Kau yakin? Tidakkah kau menyukai namja tadi?"
"Haha tidak mungkin Key, aku hanya merasa belum pernah melihatnya" ungkap MinAh ragu.
"Hmm" balas Key sambil meneguk minumannya.

'Jangan bohong terhadapku MinAh..Aku melihat matamu yang terpesona akan kehadirannya..' gumam Key yang tentunya hanya dalam hati.


"Apa kau sudah sarapan?" tanya MinAh

"Sudah. Kalau kau?" tanya Key kembali.
"Tentu saja belum. Aku menunggumu membuatkanku sarapan pagi ini."
"Ya! Kenapa kau sangat manja? Pagi ini aku tidak mau memasak untukmu. Makan saja roti tawar sana"
"Wae? Apa salahku?"
"Anniyo, aku hanya malas saja. Karna kau tidak pernah membayarku yang telah memasak sesuatu yang lezat setiap harinya kepadamu"
"Ya! Dasar matre!" MinAh melayangkan tangannya persis seperti mau menjitak kepala Key dari udara.


***

"Aku mau mengajakmu jalan-jalan" ungkap Key

"Kemana?" tanya MinAh
"Ke Dongdaemun"
"Ngapain?"
"Aku ingin membelikanmu sesuatu. Cepatlah bersiap. Aku akan menunggumu diluar dalam 5 menit" kata Key sambil berlalu keluar maninggalkan MinAh yang masih di meja makan dengan secangkir teh yang menemaninya.

Min Ah menatap Key pergi dengan bingung. Tapi, tidak sampai lima menit, MinAh keluar rumah sambil menghampiri Key dengan memakai kaos oblonk warna pink dan celana ponggol. Sama persis dengan baju yang dipakai Key. Ya, rata-rata baju mereka emang kebanyakan yang sama.

"Kenapa kau tidak memakai baju yang berbeda?" tanya Key
"Wae? Ini bagus" protes MinAh
"Kau membuat orang-orang mengira kalau kita pasangan kekasih"
"Ya! Kenapa rupanya? Kau namjachingu-ku!" ungkap MinAh sambil melingkarkan tangannya di lengan Key.
"Apa kau gila MinAh?" tanya Key. Tapi MinAh tidak menjawab. Dia hanya tersenyum nakal.

-Di Bis-

"Kau tau namja yang lewat rumahku sambil membawa bunga mawar pagi tadi?" tanya MinAh memecah keheningan.
"Ne..Dia tetangga baru kita, namanya Taemin. Ku rasa dia seumuran denganmu."
"Bagaimana kau tau tentangnya?"
"Ya! Aku ini anak ketua RW! Tidak mungkin aku tidak tau!"
"Aku rasa aku menyukai namja itu."
"Kau baru saja melihatnya MinAh..Bagaimana bisa kau langsung menyukainya?" tanya Key dengan nada lirih.
"Aku rasa, aku mempercayai cinta pandangan pertama~"
Key tidak membalas kata-kata MinAh, dia hanya bersandar dijendela Bis dan melihat kearah jalanan. Tanpa disadari, setetes air mata keluar dari ujung matanya yang sipit itu.


***
MinAh POV

Sesampainya di Dongdaemun Key langsung menarikku ke toko-toko yang menjajakan pakaian wanita. Dia menarik dress warna pink dan menempelkannya sekejap dibadanku. Lalu mengambil sebuah kaos warna putih bercorak pink dan rok pendek berwarna merah. Dan banyak lagi accsesories wanita yang lain. Dia mau ngambil sepatu high heels, tapi aku langsung berteriak dan membuat orang-orang memperhatikan kami.

"Ya!Kibum! Kau tau kan ini bukan seleraku! Jadi kumohon hentikan membeli barang-barang yang tidak berguna ini!"protesku.
"Ya!Sampai kapan kau akan berpakaian seperti ini? Berpenampilan seperti anak laki-laki! Kau kira akan ada namja yang suka melihatmu seperti ini?"bantah Key.
Aku terdiam.."Key,kau tidak mengerti,aku hanya ingin menjadi diriku sendiri.." kataku lirih.
"Terserah kau saja! Aku tidak akan memperdulikanmu lagi! Kau memang wanita yang keras kepala!" kata Key sambil berlalu meninggalkanku. 

Aku terdiam menatap punggung Key. Semua orang memperhatikan aku, tapi aku tetap saja tidak perduli. Aku masih menunggu Key. Berharap dia berbalik arah dan minta maaf kepadaku. Tapi ternyata, dugaanku salah. Key malah pergi begitu saja. Aku takut sendirian disini. Karna tempat ini sangat jarang aku datangi.
'Key..Dimana kau? Kenapa kau meninggalkanku? Aku takut Key..Kembalilah..Kumohon..' ucapku lirih dalam hati. Sudah empat kali aku mengelilingi Dongdaemun, tapi jejak Key tetap saja tidak terlihat. Aku terduduk ditengah-tengah jalan Dongdaemun, memeluk kakiku dan menangis dibalik lututku. Tiba-tiba ada yang memegang pundakku dengan lembut. Perlahan aku mengangkat kepalaku dan berusaha melihatnya dari balik mataku yang masih berkaca-kaca akibat air mata tadi. Aku lihat seorang namja tersenyum kepadaku. Dia tersenyum sambil memberikan es krim dan setangkai bunga mawar kepadaku..~

to be continued~

*Huh..akhirnya jadi juga fanfic part pertama aku. Maaf ya, kalo aku ingkar janji. Emang sih incident buku-ku belum kelar. Tapi aku udah enggak sabar mau ngepost fanfict ini. Fanfict ini, aku buat ber-chapter, karna fanfic ini special b'day-nya Key. Dan aku berharap part terakhir selesai tepat tanggal 22 September ntar. Maaf juga kalo feel-nya masih gak dapet, soalnya kan aku masih amatiran. Harap maklum ya..*

Gomao yang udah baca^^