FF SHINee
Ini FF pertamaku..jadi maaf kalo tulisannya agak berantakan. Goamo^^
Title : Will You Remember Me Again?
Author : Loemongga Khofifah Taemints
Cast : Park Min Ah, Kim Kibum (Key) , Lee Taemin
Support Cast : Jung Su Min
Genre : Sad, Romance
Desclaimer : This story original my mine. My imagination and character not real. Enjoy reading!
baca part 1 disini baca part 2 disini
-Min Ah POV-
Hari ini aku tidak ada rencana apa-apa. Sebenarnya, rencanaku mau kerumah Key, menonton film horor yang sudah lama ingin aku tonton bersamanya. Aku membuka pintu luar sambil menunduk, agar memudahkanku memasang sendal nantinya. Akan tetapi, ketika kepalaku tertunduk, mataku tertuju pada sepasang kaki milik seseorang. Aku heran, siapa yang mau datang pagi-pagi seperti ini kerumahku? Aku menaikkan kepalaku, mencoba melihat orang yang mempunyai kaki jenjang tadi. Aku terkejut, saat tiba-tiba sebuah boneka Teddy Bear berwarna coklat muda berada tepat didepan wajahku. Mataku melebar. Aku bahkan menahan napas. Tapi senyum segera tergambar diwajahku ketika boneka itu dimiringkan ke kanan dan wajah Taemin muncul dibaliknya. Dia tersenyum menatapku sambil mengulurkan tangannya memberi Teddy Bear itu.
"Untukku?" tanyaku meyakinkan. Taemin mengangguk dan menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ku gigit bibir bawahku sambil menerima pemberiannya. Rona merah dipipiku mungkin terlihat jelas sekarang.
"Kau mau kemana? Apa kau sibuk?" tanyanya memecah hening yang terjadi selama beberapa detik.
"Ah tidak, aku hanya ingin kerumah Key" jawabku memeluk boneka Teddy Bear itu, sambil berandai-andai kalau yang aku peluk itu Taemin. 'Apa yang kau pikirkan MinAh?' tanyaku dalam hati.
"Key? Siapa itu?" pertanyaannya membuyarkan lamunanku. Ku lihat ekspresi diwajahnya sangat aneh.
"Ah..Tidak usah perdulikan dia. Dia hanya temanku, orangnya sangat baik" jawabku.
"Oh..Jadi sekarang kau ingin kerumahnya, atau tetap berdiri disini?" lagi-lagi pertanyaan Taemin membuatku sadar akan keberadaan kami. Aku dan Taemin masih saja berdiri didepan pintu rumahku, jarak antara aku dan dia tidak terlalu jauh. Membuatku enggan untuk menghembus nafas kuat-kuat.
"Aku masih ingin kerumahnya. Kau mau ikut?" tanyaku.
"Apa kau tidak keberatan kalau aku ikut kerumah Key?" tanyanya menyakinkanku.
"Tentu saja, kau boleh ikut kok. Sekalian aku akan memperkenalkanmu kepadanya" jawabku.
Taemin tersenyum, aku langsung menarik tangannya dan berlari kecil kesebrang rumahku. Ya, seperti yang kukatakan sebelumnya, rumah Key berada tepat didepan rumahku. Hal itu dikarenakan orangtua Key tidak menginginkanku tinggal lebih jauh dari mereka.
'Ting Tong' aku menekan bel rumah Key dengan semangat.
"Apa ini rumahnya?" tanya Taemin sambil menatap wajahku penuh tanya.
"Tentu saja, kenapa?" tanyaku sambil mengankat sebelah alis mataku. Menatap ekspersinya yang aneh membuatku penasaran.
"Tidak, aku kira rumahnya sangat jauh kekeke.." jawabnya diselangi tawa.
"Tidak, disini rumahnya. Sangat dekat dengan rumahku bukan?" tanyaku sambil tertawa mengikutinya.
"Iyaa :))" balasnya sambil tersenyum. Aku pun ikut tersenyum. Bukan karena ada hal lucu. Tapi ekspresi Taemin saat tersenyum membuat skala richter gempa dihatiku semakin kuat. Ku harap Taemin tidak mendengar dentuman bom atom yang ada dihatiku tadi saat melihat senyumnya.
Tak lama, aku mendengar suara gagang pintu terbuka. Ku alihkan pandanganku kedepan pintu yang mulai terbuka. Aku melihat seorang ahjumma yang sudah lanjut usia. Dia adalah bibi Lee. Bibi Lee adalah pembantu dirumah Key. Sudah sangat lama dia bekerja dirumah Key. Bahkan ketika kami masih kecil, yang merawatku dan Key saat Appa dan Umma Key tidak ada adalah bibi Lee.
"Maaf non, tuan Key sedang tidak ada dirumah. Barusan saja dia keluar" ungkap bibi Lee. Bibi Lee memang sudah tau tujuanku datang kerumah itu adalah untuk bertemu dengan Key. Makanya, belum sempat aku bertanya, bibi Lee sudah bisa menjawab apa yang akan ku pertanyakan nantinya.
"Tapi, kemana dia pergi bi?" tanyaku penasaran.
"Mianhae non..Bibi tidak tahu..Tadi tuan pergi secara tergesa-gesa..apa ada yang bisa bibi sampaikan ketika tuan pulang nanti non?" tanya bibi Lee.
"Hmm..tidak ada bi..Maaf sudah merepotkan bibi.."jawabku. Aku membalik badanku, menghembus nafas kecewa. Sampai akhirnya aku mendengar pintu rumah Key tertutup. Sedih, kesal, semua bercampur aduk didalam hatiku. Aku melangkahkan kaki kananku dengan lemah. Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundakku. Ku lihat Taemin memegang pundakku sambil menatapku aneh. Aku lupa akan keberadaan Taemin! Astaga hampir saja aku meninggalkannya.
-Flashback-
Key POV
Pagi ini, aku ingin kerumah MinAh. Ingin memastikan bagaimana keadaannya setelah aku tinggal di Dongdaemun beberapa hari lalu. Aku terlanjur kesal dengan sifatnya yang tidak pernah berubah. Terkadang aku juga tidak suka dengan sifatnya yang terlalu manja. Tidak mau makan kalau belum ada orang yang memasak untuknya. Aku harap dia bisa memaafkanku karna aku telah meninggalkannya waktu itu. Aku menuju kerumahnya dengan hati senang, senyum yang ceria tergambar diwajahku. Hingga pada akhirnya senyum itu memudar setelah aku melihatnya bersama Taemin didepan rumahnya. Aku memilih untuk mengintip dibalik pepohonan sekitar rumahnya ketimbang ikut terlibat didalam pertemuan mereka. Kulihat Taemin memberikan sebuah Teddy Bear kepadanya. Aku juga bisa melihat MinAh senang dengan pemberian Taemin. Ntah kenapa hatiku sangat sakit melihat mereka berdua. Rasa terhianati menghampiri suasana hatiku sekarang. Aku menangis sambil berlari kembali kerumahku. Bibi Lee heran melihatku yang menangis. Tanpa seizin bibi Lee, aku langsung memeluknya. Dia melebarkan tangannya, menyambutku dalam pelukannya. Dielusnya punggungku dengan lembut. Seakan mengerti apa yang aku rasakan saat ini.
"Bibi..." ucapku lirih sambil melonggarkan pelukanku dan menatap wajahnya.
"Ya?.." jawabnya lembut
"Apakah aku bisa meminta bantuanmu?"
"Tentu saja..semua akan aku lakukan untukmu, anakku..Katakanlah apa yang kau mau" aku tersenyum mendengar kata-katanya. Selain Umma, aku juga sudah menganggap bibi Lee sebagai Umma keduaku. Terkadang dia bisa lebih mengerti keadaanku dan selalu ada buatku ketimbang Umma yang selalu sibuk membantu Appa dalam menjalankan tugas.
"Kalau nanti MinAh mencariku, bilang saja aku tidak ada dirumah. Bisakan bi? Kumohon" ucapku memohon sambil menangis dan kembali kepelukannya.
"Baiklaah..tapi kau harus berjanji akan menceritakan semua ini kepada bibimu.."kata bibi Lee kembali memelukku.
'Ting Tong' tak berapa lama bunyi bel rumahku terdengar..
"Mungkin itu dia bi.." ucapku lirih melepaskan pelukanku dari bibi.
"Bibi mengerti, duduklah disitu" kata bibi menunjuk sofa yang ada diruang TV dan menghapus air mataku. Tidak sampai 5 menit aku menunggu kembalinya bibi dari ambang pintu. Bibi bilang MinAh datang bersama seorang namja yang aku yakini adalah Taemin. Ntah apa tujuan mereka datang kerumahku, aku pun tidak mengerti. Tapi apapun itu, hatiku masih terasa sakit mengingat ekspresi MinAh yang mendapat boneka dari Taemin. Memang benar, MinAh mungkin menyukai Taemin. Setelah aku menceritakan semua rasa sakit yang aku rasakan kepada bibi Lee. Aku merasa beban dihatiku sedikit berkurang. Bibi berfikir kalau aku menyukai MinAh, tapi sejak kapan? Aku hanya menganggapnya sebagai adik yang harus ku jaga. Itu saja, tidak lebih.
-flashback end-
MinAh POV
"Sebenarnya, kau ada keperluan apa dengan Key?" tanya Taemin setelah kami sampai dirumahku. Aku mempersilahkannya duduk dikursi meja makan sambil membuatkannya segelas jus jeruk.
"Aku hanya ingin meminta maaf terhadapnya, dan mengajaknya menemaniku menonton film horor" kataku sembari duduk disebrang Taemin dan meneguk segelas jus yang sama dengan punya Taemin.
Ya, aku dan Key memang mempunyai hobby yang sama. Kami suka menonton film yang berbau horor. Walaupun terkadang, kalau hantu dalam film itu muncul, aku dan Key sama-sama menutup muka dibalik bantal.
"Bagaimana kalau aku menggantikannya menemanimu menonton film itu?" ungkap Taemin membuyarkan fikiranku.
"Apa kau tidak takut?" tanyaku sambil mengerjapkan mataku tiga kali seolah-olah meremehkan nyalinya.
"Ya! Apa kau tidak percaya padaku?" protesnya.
"Haha..iya,iya aku percaya. Kajja!" aku mengajaknya menuju ruang TV. Dia mengikutiku dari belakang.
"Kau tolong putarkan kaset ini ya. Aku mau mengambil cemilan dulu." kataku padanya.
"Ne" jawabnya menurutiku. Aku tersenyum melihat tingkahnya polos. Tak sampai lima menit aku menyiapkan cemilan buat aku dan dia, terdengar jeritannya yang memanggilku.
"MinAh-ssi cepat kesini..filmnya sudah mau mulai.." teriaknya.
"Ne..tunggu sebentar.." aku berlari menuju ruang TV membawa nampan berisi dua gelas jus dan snack-snack lain. Ku taruh nampan itu di dihadapan Taemin, dan aku pun langsung cepat-cepat duduk disebelahnya.
Tak berapa lama kami menonton film itu, tiba-tiba hantu dari film itu muncul. Spontan membuatku kaget dan bersembunyi dibalik dada Taemin yang lapang. Ku remuk bajunya untuk meredam rasa kaget yang sedang berkecamuk didalam dadaku. Tidak lama, kubuka genggaman tanganku yang meremuk bajunya, mencoba membuka mata dan perlahan mengangkat kepalaku keatas. Aku ingin melihat ekspresi Taemin, apa dia benar-benar seberani itu ketika melihat hantu yang tiba-tiba muncul? Ketika aku mengangkat kepalaku, aku malah terkejut melihat wajah Taemin yang juga menatapku. Sepasang mata coklat yang memandangku begitu dalam. Tatapannya hanyut dalam fikiranku, mata kami saling beradu pandang. Bahkan aku bisa merasakan hembusan nafasnya yang sangat tenang. Bisa ku perkirakan jarak antara wajahnya dan wajahku kurang dari 20cm. Sangat dekat. Ku harap dia tidak mendengar detak jantungku yang sangat kencang seperti habis ikutan lomba lari marathon.
Taemin tiba-tiba memalingkan wajahnya dariku dan ber-dehem. Aku yang masih memegang dada Taemin spontan melepaskannya dan membetulkan posisi dudukku, sedikit lebih jauh dari yang tadi. Sekarang suasana canggung malah menghampiri kami berdua. Hantu dalam film itu sesekali memang muncul, tapi aku tidak takut melihatnya, karna fikiranku masih larut dam incident beberapa menit lalu.
Sampai film berakhirpun kami tidak berbicara sepatah kata pun. Film pun berakhir, Taemin berpamitan pulang. Sebelum dia meninggalkan rumahku, dia berpesan agar aku tidak lupa makan. Aku pun berterimakasih kepadanya karna telah menemaniku menonton film horor. Ntah kenapa kejadian hari ini membuat sebagian hatiku terasa senang.
Setelah Taemin pergi, aku langsung memeluk boneka Teddy Bear pemberiannya. Berharap ada kejadian yang lebih menarik setelah ini.
Malam pun tiba, aku merebahkan diriku diatas tempat tidur kamarku. Sebenarnya aku masih takut untuk tidur karna film tadi. Disela-sela ketakutanku, tiba-tiba hape-ku bergetar tanda pesan masuk. Mataku melebar setelah membaca nama Taemin yang tertera dilayar hape-ku.
From : Taemin
'Apakah kau sudah tidur? Apa kau bisa tidur setelah melihat hantu tadi? kekeke'
Aku tertawa membaca pesan darinya. Cepat-cepat aku balas pesan itu.
To : Taemin
'Tentu saja aku tidak bisa tidur. Mengingatnya membuat bulu kudukku merinding. Bisakah kau kesini? Menemaniku?'
"Massage Sent" kalimat itu membuatku jantungku berdebar. Berharap dia bisa menerima ajakanku. Tak lama hape-ku bergetar lagi.
From : Taemin
'Maafkan aku, aku tidak bisa. Mana mungkin seorang namja mengunjungi rumah yeoja malam-malam begini? Apa kata orang nantinya? Kalau kau takut, peluklah Teddy Bear pemberianku. Anggap itu sebagai pengganti diriku yang selalu hadir disaat kau membutuhkan teman:)'
Kalimatnya membuatku tersenyum, ada rasa senang dan ada rasa kecewa. Ya walaupun lebih dominan rasa senang sih hehe. Cepat-cepat ku balas pesan itu.
To : Taemin
'Baiklah..Terimakasih atas kebaikanmu hari ini..Annyeong^^'
kataku mengakhiri pesan singkat itu. Aku mencoba memejamkan mata sambil memeluk boneka Teddy Bear ini. Berandai kalau yang aku peluk adalah Taemin..Belum lama aku memejamkan mataku, hape-ku bergetar lagi
From : Taemin
'Ne..Kau tidurlah dengan nyenyak..Annyeong..'
Begitulah isi pesannya, aku tersenyum dan kembali memejamkan mataku. Berharap hari esok lebih baik daripada hari ini. Saranghaeo Taemin, ucapku pelan sambil mengecup pipi boneka itu.
To Be Continued~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar