Sekali lagi aku juga mau ingetin kalo ff ini hanya aku tulis dalam kurun waktu 3 jam. Bukan bermaksud sombong, cuma karena aku nulisnya 3 jam dan belum ada proses pengeditan yang maksimal, jadi maaf banget kalau ceritanya rada gaknyambung ._.v . Happy Reading all^^ ~
Title : What Should I Do?
Author : Loemongga Taemints
Main Cast : -Lee Taemin
-Song Hyo Sung
-Lee Jinki
Support Cast : -Choi Sulli
Lenght : Twoshoot
Genre : Sad, romance, friendship
Rating : General
Summary : What should i do to keep you here?
What should i do to make you come back?
What should i do to forget you?
Credit poster : http://angelbesidemey.wordpress.com/ (thankyou banget kak amel udah mau buatin posternya. Bagus banget, aku suka^^ )
Author POV
Sebuah Bus berhenti di
depan halte, Jinki segera berlari menarik Hyo Sung.
"Chakaman!" teriak Jinki dan Hyo Sung bersamaan sesaat
sebelum pintu bus menutup.
Mereka segera masuk kedalam bus dan mengambil tempat duduk
paling belakang. Penumpangnya sedikit, hanya sekitar tujuh orang termasuk
mereka berdua. Hyo Sung menyandarkan kepalanya ke jendela.
”Huh, larimu kencang sekali oppa, aku tidak bisa menyamakannya tadi. Aku kan jadi capek” ”Mianhae..mianhae”
”Huh, larimu kencang sekali oppa, aku tidak bisa menyamakannya tadi. Aku kan jadi capek” ”Mianhae..mianhae”
”Selalu saja kalimat itu yang kau ucapkan padaku” Hyo Sung merengut. Dia
kembali menyandarkan kepalanya di jendela. Dan kali ini mencoba memejamkan
matanya untuk beristirahat sejenak.
“Kau tahu Hyo Sung, ini pertama kalinya aku naik Bus lagi
setelah aku kelas 1 SMA. Selama itu aku tidak pernah naik bus lagi…”ujarnya bangga. Iya bercerita panjang lebar. Tanpa ia tahu bahwa Hyo Sung
sedari tadi tidak memperdulikannya.
” Heh, Hyo Sung. Kau dengar aku tidak?” Jinki menoleh dan
melihat Hyo Sung telah terlelap disamping jendela. Jinki tersenyum. Lalu
kemudian dengan perlahan ia mengubah posisi kepala Hyo Sung, dan
menyandarkannya di bahunya yang tegap. Dia merapatkan jas sekolah Hyo Sung dan
melepaskan syal miliknya. Lalu memakaikannya ke Hyo Sung. Jinki menatap wajah
Hyo Sung yang tertidur pulas dengan lekat. Dia memperhatikan matanya,
hidungnya, garis wajahnya dan bibirnya.
”Mesra sekali…” seorang wanita tua menyapa Jinki. rupanya sedari tadi dia memperhatikan mereka berdua.
”Ah…apa?”
tanya Jinki bingung.
”Kalian...maksudku, kalian berdua mesra sekali…mengingatkanku pada masa mudaku dulu..” kenangnya sambil terkekeh. Jinki tersipu malu. Dia hanya tersenyum.
”Dia
pacarmu kan??” tanyanya lagi.
”Hah? mwoya?!”
”Kataku..dia pacarmu kan?” Jinki terdiam. Sesaat dia menatap Hyo Sung yang tertidur pulas. Lalu dengan lembut ia membelai wajah Hyo Sung sambil berkata
”Ne, dia pacarku!”
”Hah? mwoya?!”
”Kataku..dia pacarmu kan?” Jinki terdiam. Sesaat dia menatap Hyo Sung yang tertidur pulas. Lalu dengan lembut ia membelai wajah Hyo Sung sambil berkata
”Ne, dia pacarku!”
***
Hyo Sung merasakan hangat menyelimuti tubuhnya. Tubuhnya tak
lagi sedingin tadi saat dia berlari-lari bersama Jinki. Dia merasa sangat
nyaman sekali. Rasanya kini dia tak ingin bangun dari tidurnya. Namun kemudian
ia tersadar dari alam bawah sadarnya. Dia sadar bahwa ini bukanlah ranjang
tempat ia tidur, tapi ini adalah sebuah punggung. Dan bau yang tercium
dihidungnya adalah wangi parfum Jinki yang sangat khas.
”Tunggu dulu, berarti ini…punggung Jinki oppa?!” Yun Ju
membuka matanya. Dan benar saja. Jinki sekarang sedang menggendongnya.
”Oppa?! Apa yang kau lakukan?” tanya Hyo Sung kaget.
”Kau sudah bangun rupanya”
”Hey, apa-apaan ini? ayo turunkan aku? kenapa oppa menggendongku?”
”Kau tertidur di bus, aku membangunkanmu berkali-kali. Tapi kau tetap tidak bangun juga. Makanya aku menggendongmu”
” Ya sudah, turunkan aku” paksa Hyo Sung
” Andwae !”
” Hyaaa Oppa..Aku bisa jalan sendiri.”
” Andwae! sebentar lagi juga sampai kok.”
” Apanya yang sebentar lagi? Jalan kerumah masih jauh. Ayo turunkan aku!” akhirnya Jinki mengalah. Ia menurunkan Hyo Sung dari punggungnya.
”Oppa?! Apa yang kau lakukan?” tanya Hyo Sung kaget.
”Kau sudah bangun rupanya”
”Hey, apa-apaan ini? ayo turunkan aku? kenapa oppa menggendongku?”
”Kau tertidur di bus, aku membangunkanmu berkali-kali. Tapi kau tetap tidak bangun juga. Makanya aku menggendongmu”
” Ya sudah, turunkan aku” paksa Hyo Sung
” Andwae !”
” Hyaaa Oppa..Aku bisa jalan sendiri.”
” Andwae! sebentar lagi juga sampai kok.”
” Apanya yang sebentar lagi? Jalan kerumah masih jauh. Ayo turunkan aku!” akhirnya Jinki mengalah. Ia menurunkan Hyo Sung dari punggungnya.
Hyo Sung POV
“Oppa,
lalu Taemin pulang sama siapa nanti?”
“Dia
akan ku jemput dengan motorku. Kau tenang saja”
“Oh,
ne. Arraseo”
Aku
dan Jinki oppa berhenti tepat disebuah rumah sederhana berwarna biru. Ya, itu rumahku. Aku memandang Jinki oppa,
menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
“Sudah,
kau masuk sana. Angin malam ini dingin sekali”
“Oh
ne, gomao oppa sudah mau mengantarku”
“Tidak
masalah, aku balik dulu ya. Mau menjemput Taemin lagi”
“Ah
ne, annyeong oppa” aku membungkuk kepada Jinki oppa.
“Ne,
Annyeong” Jinki oppa juga membungkuk.
Aku
masuk kerumahku. Ku singkirkan rambutku yang terurai dari leherku.
Chakkaman! Syal? Darimana aku
mendapatkannya? Ku cium wangi syal itu. Hmm..Jinki Oppa..Aku tersenyum lalu
masuk kedalam kamar.
*8 August 2011
Aku
duduk bersandar dibawah pohon nipple belakang sekolah sambil membaca buku
dengan kacamata bacaku. Tak lupa aku meluruskan kakiku. Tiba-tiba seorang
datang. Dengan rasa tak segan orang itu langsung tidur dipangkuanku. Sudah
kuduga, ini pasti Taemin.
Ku
geser kekanan sedikit buku yang ku baca. Benarkan, ini Taemin. Dia tidur
dipangkuanku dengan ipod ditelinganya. Dilepasnya satu headseat yang ada
ditelinganya, lalu memasangkannya ditelingaku. Tapi setelah itu dia merebut
kacamataku, dan memakainya seolah-olah dia seorang professor. Huh, aku tau
kalau anak ini akan bercerita panjang lebar. Dia sengaja merebut kacamataku
agar aku berhenti membaca dan mendengarkan ceritanya. Kekanak-kanakan sekali.
Tapi, aku suka. Apa yang aku pikirkan?
Author POV
“Bagaimana
keadaanmu? Sudah membaik?” tanya Taemin kepada Hyo Sung
“Ne,
aku baik-baik saja”
“Kau
tau, belakangan ini, hari-hari terasa begitu membosankan”
“Bukankah
kau menikmatinya? Sekarang kau mempunyai Sulli. Kau bisa mengajaknya kemanapun
yang kau inginkan”
“Hemm..benar,
aku bisa mengajaknya kemanapun yang aku inginkan”
“Dan
kau melupakanku”
“Dan
kau cemburu akan hal itu”
“Tentu
saja”
“Tentu
saja? Bagaimana bisa?”
“Bagaimana
bisa? Tentu saja bisa. Aku sahabatmu dari kecil dan semenjak kau pacaran
dengannya, kau selalu bersamanya dan melupakan aku”
“Aku
tidak melupakanmu”
“Benarkah?
Bisakah kau buktikan itu?”
Meski
dari luar hanya tampak keromantisan. Seorang namja tidur dipangkuan yeoja
sambil berbicara hal yang –sepertinya- asik. Padahal kenyataan itu berbeda
jauh. Mereka sedang berdebat hebat.
“Tapi
aku melihat kau sangat senang dengan Jinki hyung” Taemin bangkit dari posisi
tidurnya, kemudian duduk dihadapan Hyo Sung.
“Itu
karna kau tidak ada disampingku” ucap Hyo Sung lirih. Dia tertunduk dalam.
‘Dr..dr..’
Taemin
meraih ponselnya. Dia membaca sebuah pesan, dan raut wajahnya sedikit berubah.
“Sulli,
dia tau kita disini. Aku harus pergi. Aku tak mau menyakitinya. Annyeong Hyo
Sung-ah” Taemin bangkit lalu pergi dengan cepat kilat menginggalkan Hyo Sung
yang menatapnya pergi dengan genangan cairan hangat dimatanya.
“Kau
tidak mau menyakitinya, tapi kau menyakitiku Taeminnie” buliran hangat itu
jatuh membasahi pipinya yang mulus.
*17 Juni 2012
Hyo Sung POV
Hari
ini hari kelulusanku dan yang lainnya. Aku sangat senang, sangat. Tak terasa
semuanya sudah berlalu. Tiga tahun sudah aku mengenal semuanya, Sulli kau
wanita yang sangat beruntung. Kau bisa memiliki Taemin,namja yang paling aku cintai.
Jujur aku sangat iri padamu. Tapi aku juga sedih mengingat keputusanku
belakangan ini. Sudahlah, mungkin ini yang terbaik.
*20 Juni 2012
Aku
mengedarkan seluruh pandanganku diruangan ini. Ruangan penuh kenangan kecil
yang begitu menyenangkan. Tapi ini berbeda. Dulu di kamar ini terdapat banyak
fotoku dan Taemin sedang bermain bersama. Tapi sekarang? Dia hanya menyisakan
satu fotoku dan dirinya. Selebihnya, tentu saja diganti dengan foto dirinya dan
yeoja yang dicintainya.
Aku
ingat, dulu aku sering bermain dikamar ini. Waktu itu juga aku pernah
memergokinya sedang tidur dengan keadaan toples. Haha badannya yang kurus
sangat lucu.
Aku
memandang foto yang terpampang dimeja belajar kamar itu. Foto diriku dan Taemin
yang sedang menaiki komedi putar di lotte world dengan permen kapas yang ada
ditanganku. Aku ingat, waktu itu Taemin sangat marah karna tidak ku kasi permen
kapas itu. Dan akhirnya wajahnya penuh dengan permen kapas yang basah dan
lengket karna ku gigit. Haha, wajahnya sangat lucu disitu
Aku
tersenyum kecut mengingatnya. Kini kenangan itu sudah harus dilupakan. Ku taruh
secarik kertas disebelah foto itu. Berharap dia bisa menemukannya nanti.
Tiba-tiba pintu terbuka. Kulihat Jinki oppa masuk ke kamar ini. Kulihat jam
ditanganku, huh serasa waktu berputar dengan cepat sekarang.
“Sudah
waktunya aku pergi oppa” ucapku dengan tersenyum.
“Ne,
apa kau yakin tidak mau kuantar ke bandara?”
“Ne,
aku takut membuat keadaan semakin parah”
“Ne,
aku mengerti. Huh, aku akan merindukanmu adik kecil” Jinki oppa mengusap ujung
kepalaku.
“Haha,
aku juga akan merindukanmu oppa” Kupeluk tubuhnya yang sekarang sedikit gemuk
itu. Aku bisa merasakan kalau dia mengelus-elus punggungku lembut sekarang.
Perlahan
ku lepaskan tubuhku dari pelukannya.
“Oppa,
bisakah ini menjadi milikku? Aku ingin mengingatmu ketika aku sedang kedinginan
atau merasa tidak enak badan”
Dia
melihat tanganku bergerak kearah leher. Dia tersenyum.
“Ne,
syal itu, ambillah untukmu. Heh! Jangan mengingatku saat sakit saja. Tapi
ingatlah aku sampai kapan pun”
“Ne,
arraseo oppa. Aku pergi dulu ya” ku tarik koper yang dari tadi berada
disebelahku. Dengan berat hati aku melangkahkan kakiku dari kamar Taemin.
Author POV
Hyo
Sung berbalik,
“Oppa”
“Ne?”
“Jangan
katakan apapun pada Taemin ya”
“Ne,
arraseo”
Hyo
Sung tersenyum. Lalu pergi meninggalkan Jinki yang masih memunggunginya.
“Hyo
Sung-ah, kenapa kau pergi secepat ini? Bahkan aku belum sempat mengucapkan
kalau aku mencintaimu. Bertahun-tahun ku pendam perasaan ini. Aku sengaja
menunggu waktu yang tepat untuk bisa bersamamu. Aku sengaja menunggu waktu
untuk kau bisa melupakan adikku. Tapi kenapa kau malah pergi? What should I do?
what should I do to keep you here? what should I do so that you can stay with
me? Ahhh….someone please answer me! WHAT SHOULD I DO!!” teriak Jinki dengan
pipi yang basah dan genangan air mata dipelipisnya. Perlahan dia menjatuhkan
badannya. Berlutut.
“Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaagghhhhh”
Jinki teriak histeris sambil menjambak-jambak rambutnya sendiri.
@ Incheon Airport
Hyo
Sung duduk dibangku tunggu dengan tatapan kosong. Dia masih berharap seseorang
yang dicintainya akan mengantar kepergiannya untuk yang terakhir kali.
‘Untuk
penumpang pesawat Japanese Air dengan nomor penerbangan 210 harap naik
kepesawat melalui pintu nomor 2’
“Dia
pasti datang, pasti” Hyo Sung masih berharap keadiran Taemin.
‘Panggilan
terakhir untuk penumpang pesawat Japanese Air dengan nomor penerbangan 201
harap naik kepesawat melalui pintu nomor 2’
“Huh,
sudah waktunya aku boarding dan kau masih belum datang? Sahabat macam apa
dirimu? Huh” Hyo Sung bangkit dari tempat duduknya, ditariknya kopernya.
Perlahan dilangkahkannya kakinya. Sejenak dia berhenti, berbalik, diedarkannya
pandangannya keseluruh penjuru. Tapi, orang yang dicarinya tidak ada. Dia
tersenyum simpul, lalu pergi meninggalkan tempat itu.
Hyo
Sung mencari tempat duduknya dipesawat. Dia duduk didekat jendela. Tatapannya
tertuju pada pemandangan yang ada diluar jendela, tapi fikirannya melayang ntah
kemana. Dia mengecek ponselnya, tapi tidak ada telpon maupun pesan dari Taemin.
Dia mencoba menulis sesuatu
‘Sarang...’
tak berapa lama, dihapusnya kalimat itu, lalu dia menulis lagi
‘Aku
akan merin…’ “Ah tidak-tidak” dihapusnya lagi kalimat itu.
“Maaf,
harap matikan ponsel anda, karna pesawat sebentar lagi akan lepas landas” kata
seorang pramugari kepada Hyo Sung.
“Ah
ne, mianhae” hyo Sung mematikan ponselnya lalu dimasukkannya kembali kedalam
kantongnya.
Disandarkannya
kepalanya di jendela pesawat itu. Satu tetes..Dua tetes..Tiga tetes..seterusnya
air mata itu jatuh. “Jinki oppa, aku merindukannya..” dan akhirnya dia
tertidur.
@ Lee’s Family Home
“Aku
pulang” ucap Taemin memasuki rumahnya. Jinki yang sedang menonton tivi hanya
meliriknya,lalu kembali memperhatikan televisinya itu walau sebenarnya
fikirannya ntah kemana.
“Dari
mana saja kau Taem? Jam segini baru pulang”
“Habis
dari lotte word dengan Sulli, hehe. Baru juga jam 7 malam hyung”
“Oh”
“Aku
masuk kekamarku dulu ya Hyung”
“Hm..semoga
kau mendapatkan harta karun itu disana”
“Harta
karun? Maksud hyung?”
Jinki
hanya diam, Taemin yang melihatnya sangat penasaran. Cepat-cepat dia masuk
kekamarnya.
“Harta
karun apa yang dimaksud Jinki hyung?”
Taemin
menatap foto dirinya dan Hyo Sung yang ada di meja belajarnya.
‘Hah,hari
ini aku ke lotte word bersama Sulli, menaiki komedi putar juga. Aku jadi
teringat akan dirimu Hyo Sung’ Taemin bangun dan mengambil foto yang ada dimeja
belajarnya itu.
‘ck’
sebuah kertas jatuh dari meja belajar itu.
“Kertas
apa ini?” Taemin duduk di tempat tidurnya sambil membaca surat itu.
‘To: My Best Friend Lee Taemin
Hey! Apa kabarmu? Aku tau, waktu kau
membaca ini pasti aku sudah pergi jauh.
Maafkan aku yang pergi tanpa pamit
Taemin. Aku ingin mengungkapkan semua yang aku rasakan ketika aku bersamamu.
Kau selalu bilang kalau hari yang kau lewati selalu sama dengan yang
sebelumnya. Dan kau bosan akan hal itu. Aku yakin kau tidak benar-benar bosan
dengan hal itu. Karna Sulli selalu ada disampingmu. Menjagamu dan memperhatikanmu
dengan tulus.
Kau selalu bertanya kepadaku, ‘apakah
aku baik-baik saja?’ dan aku selalu menjawab ‘Ya, aku baik-baik saja.’ Tapi
pada kenyataannya, kau tidak tau apa yang aku rasakan Taem. Apa kau pikir aku
akan baik-baik saja tanpamu? Apa kau pikir aku akan bahagia jika kau tak
disampingku? Dan apa kau akan baik-baik saja tanpa aku? Apa kau akan bahagia
jika aku tak disampingmu?
Kau tau? Sangat sulit bagiku untuk
hidup tanpamu. Aku selalu menyalahkan diriku sendiri kenapa aku masih bernafas
sampai sekarang.
Kau selalu mengatakan kalau kau tidak
ingin menyakiti Sulli. Tapi, apakah kau tau? Berhari-hari aku hidup menyedihkan
karna ucapanmu itu. Kau memang tidak menyakiti Sulli, tapi kau menyakitiku
Taemin. Kau menyakitiku! Apakah kau hidup dengan menyedihkan sepertiku? Aku
harap tidak, karna aku menyayangimu.
Kau tau? Aku menemukan cinta ketika
aku bertemu denganmu. Dan aku tidak akan menemukannya ditempat lain bahkan jika
aku mati!
What should I do? If it isn't you, no
one else can be in my heart..Please hold me! And you know that even though the
whole world would try. No one can erase your memories..! So please hold me!
Taemin, katakan..Apa kita terlambat
untuk merubah semuanya? Aku masih memikirkanmu, dan mungkin kau tidak tau itu.
Jawab aku Taem. What should I do for forget you? Huh, I think I can’t do it.
Please answer me, WHAT SHOULD I DO? T_T
Andai aku bisa memutar waktu, aku
ingin kembali ke masa kecil kita.
Berbahagialah dengan Sulli, dan lupakan aku.
Aku akan selalu disini, untuk menjadi sahabatmu. Seperti janji waktu kita
kecil. ‘Sampai kau menikah nanti, aku akan tetap menjadi sahabatmu’
Tapi
maaf sekali, untuk kali ini aku telah melanggar janjiku. Janji untuk tidak menagis
sendirian dan berbagi kesedihan denganmu. Maafkan aku Taemin, aku telah
melanggarnya. Aku tidak bisa menahan diriku untuk tidak menangis. Maafkan aku.
Aku rasa cukup sampai disini suratku. Maafkan aku karna kita berpisah dengan
cara seperti ini. Maafkan aku, kumohon maafkan aku.
Thankyou for always smiling to me
Thankyou for always laughing together with me
Thankyou for always playing together with me
Thankyou for always care to me
Thankyou for always pay attention to me
Thank you for being comes in my life
Thank you because you always cheer me up
when I'm sad.
I LOVE YOU’
‘Braakk..’ foto Taemin dan Hyo Sung yang dari tadi dipegang
oleh Taemin jatuh bersamaan dengan air mata yang dari tadi telah membendung
dimatanya.
“Yaaa!! Kenapa kau meninggalkanku? Aku bahkan belum
mengatakan padamu kalau aku mencintaimu lebih dari sahabat? Aku ingin menikah
denganmu! Andai saja aku tidak berjanji pada Jinki hyung untuk menyerahkanmu
padanya pasti sekarang kau sudah menjadi milikku. Dan aku tidak harus bersusah
payah acting dengan Sulli dihadapanmu dan hyung! Kau tidak tau bahwa aku dan
Sulli hanya berpura-pura agar kau dan hyung bisa hidup bersama? Bertahun-tahun
aku menahan perasaanku, dan ini akhirnya? what should I do to make you come
back? I can’t live without you. please come back. What should I do now Hyo
Sung?” Taemin teriak histeris dikamarnya.
Jinki yang ada diruang TV tentu saja bisa mendengar semua
yang dikatakan Taemin.
“Dasar namja pabo! Jadi kau melakukan itu karna janji masa
kecil? Kau tau? Kau menyakiti dua hati sekarang. Kau bertindak seolah-olah aku
biang dibalik semua ini. Seharusnya kau katakan padaku kalau kau juga
menyukainya. Aku pasti akan menyerahkannya padamu! Pabo!”
“Aaaaaarrrggghhhhh” teriakan Taemin kembali terdengar.
-FIND-

Tidak ada komentar:
Posting Komentar