Title : Kissing You at Library
Author : Lee Jihyuk
Cast : Lee Taemin
Song Hyosung
Length : Ficlet
Rating : PG-15
Genre : Friendship, Romance
****
Namaku
Song Hyosung. Aku menuntut ilmu di Chungdam High School. Sudah lima kali
berturut-turut aku meraih peringkat tertinggi disetiap semester. Bukannya
sombong, tapi inilah kenyatannya.
Kadang tak selamanya aku beruntung. Contohnya seperti
sekarang ini, karena ujian akhir sudah dekat, aku ditugaskan seongsam membuat
jadwal pelajaran tambahan untuk Taemin. Awalnya aku tak percaya kalau Taemin
masuk di daftar siswa paling bodoh di sekolah ini, karena dulu waktu Junior
High School, kami selalu bersaing demi meraih tingkat pertama di kelas. Tapi
setelah aku melihat nilai prestasinya, aku menggeleng prihatin. Ada apa
dengannya?
Akhirnya, aku rela menjadi guru privatnya selama beberapa
minggu demi mencagah dirinya tidak lulus. Huft-__-
****
Sekarang aku sedang berada di perpustakaan, atau lebih
tepatnya berada diatas tangga berukuran sedang yang menghubungkanku dengan
buku-buku super tebal di rak paling atas.
“YAK! Itu sudah cukup!!” teriak Taemin setelah aku
mengambil buku yang ketiga.
Aku melihatnya yang kini berada tepat di bawahku.
“Hei! Kau mengintip yaa?!” spontan ku tutup rok-ku dengan
sebelah tangan yang terbebas dari buku tebal seperti ensiklopedia.
“Aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita yang
memakai celana dalam warna pink,” ucapnya santai.
Tunggu! Dari mana dia tau kalau celana dalamku warna
pink?!
“YA! Lee Taemin!! Kaauuu_____” aku tak melanjutkan kalimatku
karena sesaat kemudian aku merasa tangga yang aku pijak saat ini sedang goyang.
“Ya..ya..yaaa~” teriakku panik saat aku tak bisa menjaga
keseimbanganku.
Aku terhuyung dan akhirnya….*BAM
Suara yang timbul dari tangga jatuh membuat semua orang
yang ada disana melihat kearahku.
Dapat ku dengar tarikan napas yang tertahan akibat
ulahku. Anehnya, kenapa aku tidak merasa sakit sama sekali?
“Cepat foto!” seru salah satu dari mereka.
Bidikan kamera yang berkali-kali itu membuatku tersadar
dengan sepasang bola mata bening teduh sedang menatapku.
Aku membulatkan mata saat merasa bibirku menyentuh
sesuatu yang lembab. Aku dan Taemin….~??
“Apa yang kalian lakukan?!!” teriak seongsam penjaga
perpustakaan.
Mendengar itu, aku langsung melepas tautan di bibirku dan
Taemin. Ku gigit bibir bawahku saat Taemin menatapku dengan aneh.
“Minggir!” ucapnya datar.
Aku langsung bangkit dari atas tubuhnya. BODOH! Itulah kata yang tepat untuk
menggambarkan diriku saat ini.
Aku hanya mampu menunduk dan merutuki dirku sendiri.
Kenapa aku dan Taemin bisa…? Ah! Sungguh memalukan!
Ku lirik Taemin yang sedang mencoba menyingkirkan tangga
yang menimpa lengan kanannya.
“Jangan salahkan dirimu~” ujarnya pelan sambil berlalu
meninggalkanku.
Aku hanya mampu menatap punggungnya yang semakin menjauh.
“Tunggu! Darahkah itu?” tanyaku -yang ntah pada siapa-
saat melihat cairan kental berwarna merah mengalir dilengan bajunya yang
tertimpa tangga tadi.
Aku berfikir sejenak untuk memastikan ‘apa benar itu darah?’
Ku alihkan
pandangan mataku ke tangga dan mendapati sebuah paku besar yang timbul dan
penuh dengan cairan kental.
****
Aku terus berlari menelusuri sudut-sudut sekolah. Mencari
keberadaan Taemin yang ntah dimana. Setidaknya aku harus berterimakasih karena
dia telah menyelamatkanku. Dari mulai kelas, toilet, lapangan, hasilnya tetap
sama saja. NOTHING!
Aku menyerah mencarinya dan berjalan gontai ke taman
belakang sekolah.
Aku ingin melangkah mundur saat melihat Taemin berada
disana. Dia sedang membersihkan lukanya dengan seragam sekolah. Menyisakan kaos
polos warna putih yang mengekspos dada bidangnya. Sexy, pikirku.
“Jangan pakai itu, tunggu sebentar!” teriakku dari
tempatku berdiri.
Dapat ku lihat raut bingung memenuhi wajah tampannya.
Tunggu! Tampan? Sejak kapan aku mulai
memujinya?
Aku berlari menuju UKS dan mengambil kotak p3k disana.
Cepat-cepat aku kembali ke taman dan mendapati Taemin masih setia membersihkan
lukanya dengan seragam. Aku menghampirinya.
“Kan sudah ku bilang tunggu sebentar! Kenapa kau terus
membersihkannya dengan ini?!” tanyaku sambil mengambil seragamnya dan duduk
disebelahnya.
“Lihat seragammu jadi kotor!” omelku seraya menuntun
tangannya kepangkuanku agar lebih mudah mengobatinya.
Ku tiup lengannya yang barusan ku taruh obat merah dan
mulai menggulung perban disana.
Tanpa ku sadari, Taemin terus memperhatikanku.
“Maaf, karena kecerobohanku kau jadi seperti ini,” aku
tertunduk dan menggigit bibir bawahku, mencoba menahan tangis.
Tiba-tiba Taemin mengangkat daguku dengan tangan kirinya.
“Jangan mengangis. Ini semua juga salahku,” Taemin
berhenti sejenak.
“Andai saja aku tidak berpura-pura bodoh untuk
membiarkanmu mendapat peringkat pertama, kau pasti tidak akan kerepotan
mengajariku. Dan kejadian ini tidak akan pernah terjadi,”
“Lagian lukanya juga akan segera sembuh,” tambahnya
seraya tersenyum tulus.
DEG!
Kenapa dengan jantungku? Senyumnya membuatku………~
“Ngg,,tapi kalau saja aku tidak___”
Belum selesai aku berbicara, Taemin sudah menempelkan
jari telunjuknya di bibirku. Membuat aliran darahku mengalir cepat.
“Kau percaya padaku kan? Ini tak apa,” katanya sambil
memperlihatkan senyum itu –lagi-
Aku yang merasa seperti terhipnotis hanya bisa
mengangguk.
Dengan
tangan kanan yang masih setia di daguku, perlahan dia tarik wajahku mendekati
wajahnya. Semakin dekat, dekat, dan dekat. Refleks, ku tutup kedua mataku untuk
merasakan benda lunak itu mendarat di bibirku. Taemin melumat bibir bawahku
dengan lembut.
Selang beberapa detik, dia
melepaskan ciuman itu. Masih dengan jarak yang sangat dekat, dia berkata,
“Manis”
Aku hanya dapat menundukkan kepala.
Rona merah memenuhi parasku sekarang.
“Kenapa kau berpura-pura bodoh untuk
membuatku mendapatkan peringkat pertama, heum?” tanyaku pelan sambil menatap
mata beningnya.
Taemin cukup kaget mendengar
pertanyaanku, tapi seketika dia tersenyum.
“Karena sejak dulu..Sejak SMP...Aku
sudah menyukaimu,” katanya sambil berhambur kepelukanku dan mengecup pundakku.
Awalnya aku memang cukup kaget. Tapi
akhirnya aku tersadar,
“Kurasa, aku juga menyukaimu,”
ucapku hampir terdengar seperti bisikan.
-END-
Otte?
Aneh ya? Hehe maaf. Aku sangat senang jika kalian mau meninggalkan jejak.
Komentar, kritik, dan saran kalian sangat aku perlukan. So, don’t be siders
yaaa…Sebelumnya terimakasih karena udah nyempetin waktu buat baca karya gaje ku
kkk *bow
Tidak ada komentar:
Posting Komentar