Minggu, 21 Juli 2013

FF SHINee : Kissing You at Library~

Title                 : Kissing You at Library
Author             : Lee Jihyuk
Cast                 : Lee Taemin
                          Song Hyosung
Length             : Ficlet
Rating              : PG-15
Genre              : Friendship, Romance
****
            Namaku Song Hyosung. Aku menuntut ilmu di Chungdam High School. Sudah lima kali berturut-turut aku meraih peringkat tertinggi disetiap semester. Bukannya sombong, tapi inilah kenyatannya.
            Kadang tak selamanya aku beruntung. Contohnya seperti sekarang ini, karena ujian akhir sudah dekat, aku ditugaskan seongsam membuat jadwal pelajaran tambahan untuk Taemin. Awalnya aku tak percaya kalau Taemin masuk di daftar siswa paling bodoh di sekolah ini, karena dulu waktu Junior High School, kami selalu bersaing demi meraih tingkat pertama di kelas. Tapi setelah aku melihat nilai prestasinya, aku menggeleng prihatin. Ada apa dengannya?
            Akhirnya, aku rela menjadi guru privatnya selama beberapa minggu demi mencagah dirinya tidak lulus. Huft-__-
****
            Sekarang aku sedang berada di perpustakaan, atau lebih tepatnya berada diatas tangga berukuran sedang yang menghubungkanku dengan buku-buku super tebal di rak paling atas.
            “YAK! Itu sudah cukup!!” teriak Taemin setelah aku mengambil buku yang ketiga.
            Aku melihatnya yang kini berada tepat di bawahku.
            “Hei! Kau mengintip yaa?!” spontan ku tutup rok-ku dengan sebelah tangan yang terbebas dari buku tebal seperti ensiklopedia.
            “Aku sama sekali tidak tertarik dengan wanita yang memakai celana dalam warna pink,” ucapnya santai.
            Tunggu! Dari mana dia tau kalau celana dalamku warna pink?!
            “YA! Lee Taemin!! Kaauuu_____” aku tak melanjutkan kalimatku karena sesaat kemudian aku merasa tangga yang aku pijak saat ini sedang goyang.
            “Ya..ya..yaaa~” teriakku panik saat aku tak bisa menjaga keseimbanganku.
            Aku terhuyung dan akhirnya….*BAM
            Suara yang timbul dari tangga jatuh membuat semua orang yang ada disana melihat kearahku.
            Dapat ku dengar tarikan napas yang tertahan akibat ulahku. Anehnya, kenapa aku tidak merasa sakit sama sekali?
            “Cepat foto!” seru salah satu dari mereka.
            Bidikan kamera yang berkali-kali itu membuatku tersadar dengan sepasang bola mata bening teduh sedang menatapku.
            Aku membulatkan mata saat merasa bibirku menyentuh sesuatu yang lembab. Aku dan Taemin….~??
            “Apa yang kalian lakukan?!!” teriak seongsam penjaga perpustakaan.
            Mendengar itu, aku langsung melepas tautan di bibirku dan Taemin. Ku gigit bibir bawahku saat Taemin menatapku dengan aneh.
            “Minggir!” ucapnya datar.
            Aku langsung bangkit dari atas tubuhnya. BODOH! Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan diriku saat ini.
            Aku hanya mampu menunduk dan merutuki dirku sendiri. Kenapa aku dan Taemin bisa…? Ah! Sungguh memalukan!
            Ku lirik Taemin yang sedang mencoba menyingkirkan tangga yang menimpa lengan kanannya.
            “Jangan salahkan dirimu~” ujarnya pelan sambil berlalu meninggalkanku.
            Aku hanya mampu menatap punggungnya yang semakin menjauh.
            “Tunggu! Darahkah itu?” tanyaku -yang ntah pada siapa- saat melihat cairan kental berwarna merah mengalir dilengan bajunya yang tertimpa tangga tadi.
            Aku berfikir sejenak untuk memastikan ‘apa benar itu darah?’
            Ku alihkan pandangan mataku ke tangga dan mendapati sebuah paku besar yang timbul dan penuh dengan cairan kental.
****
            Aku terus berlari menelusuri sudut-sudut sekolah. Mencari keberadaan Taemin yang ntah dimana. Setidaknya aku harus berterimakasih karena dia telah menyelamatkanku. Dari mulai kelas, toilet, lapangan, hasilnya tetap sama saja. NOTHING!
            Aku menyerah mencarinya dan berjalan gontai ke taman belakang sekolah.
            Aku ingin melangkah mundur saat melihat Taemin berada disana. Dia sedang membersihkan lukanya dengan seragam sekolah. Menyisakan kaos polos warna putih yang mengekspos dada bidangnya. Sexy, pikirku.
            “Jangan pakai itu, tunggu sebentar!” teriakku dari tempatku berdiri.
            Dapat ku lihat raut bingung memenuhi wajah tampannya. Tunggu! Tampan? Sejak kapan aku mulai memujinya?
            Aku berlari menuju UKS dan mengambil kotak p3k disana. Cepat-cepat aku kembali ke taman dan mendapati Taemin masih setia membersihkan lukanya dengan seragam. Aku menghampirinya.
            “Kan sudah ku bilang tunggu sebentar! Kenapa kau terus membersihkannya dengan ini?!” tanyaku sambil mengambil seragamnya dan duduk disebelahnya.
            “Lihat seragammu jadi kotor!” omelku seraya menuntun tangannya kepangkuanku agar lebih mudah mengobatinya.
            Ku tiup lengannya yang barusan ku taruh obat merah dan mulai menggulung perban disana.
            Tanpa ku sadari, Taemin terus memperhatikanku.
            “Maaf, karena kecerobohanku kau jadi seperti ini,” aku tertunduk dan menggigit bibir bawahku, mencoba menahan tangis.
            Tiba-tiba Taemin mengangkat daguku dengan tangan kirinya.
            “Jangan mengangis. Ini semua juga salahku,” Taemin berhenti sejenak.
            “Andai saja aku tidak berpura-pura bodoh untuk membiarkanmu mendapat peringkat pertama, kau pasti tidak akan kerepotan mengajariku. Dan kejadian ini tidak akan pernah terjadi,”
            “Lagian lukanya juga akan segera sembuh,” tambahnya seraya tersenyum tulus.
            DEG!
            Kenapa dengan jantungku? Senyumnya membuatku………~
            “Ngg,,tapi kalau saja aku tidak___”
            Belum selesai aku berbicara, Taemin sudah menempelkan jari telunjuknya di bibirku. Membuat aliran darahku mengalir cepat.
            “Kau percaya padaku kan? Ini tak apa,” katanya sambil memperlihatkan senyum itu –lagi-
            Aku yang merasa seperti terhipnotis hanya bisa mengangguk.
Dengan tangan kanan yang masih setia di daguku, perlahan dia tarik wajahku mendekati wajahnya. Semakin dekat, dekat, dan dekat. Refleks, ku tutup kedua mataku untuk merasakan benda lunak itu mendarat di bibirku. Taemin melumat bibir bawahku dengan lembut.
            Selang beberapa detik, dia melepaskan ciuman itu. Masih dengan jarak yang sangat dekat, dia berkata, “Manis”
            Aku hanya dapat menundukkan kepala. Rona merah memenuhi parasku sekarang.
            “Kenapa kau berpura-pura bodoh untuk membuatku mendapatkan peringkat pertama, heum?” tanyaku pelan sambil menatap mata beningnya.
            Taemin cukup kaget mendengar pertanyaanku, tapi seketika dia tersenyum.
            “Karena sejak dulu..Sejak SMP...Aku sudah menyukaimu,” katanya sambil berhambur kepelukanku dan mengecup pundakku.
            Awalnya aku memang cukup kaget. Tapi akhirnya aku tersadar,
            “Kurasa, aku juga menyukaimu,” ucapku hampir terdengar seperti bisikan.
-END-

Otte? Aneh ya? Hehe maaf. Aku sangat senang jika kalian mau meninggalkan jejak. Komentar, kritik, dan saran kalian sangat aku perlukan. So, don’t be siders yaaa…Sebelumnya terimakasih karena udah nyempetin waktu buat baca karya gaje ku kkk *bow

Tidak ada komentar:

Posting Komentar